BPK Apresiasi Bulog Pengadaan Gabah dan Beras Dalam Negeri Tembus 77%
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mengapresiasi kinerja Perum Bulog dalam mengelola penugasan ketahanan pangan nasional. Penilaian ini disampaikan langsung dalam peninjauan panen raya dan infrastruktur di Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
BPK menilai tata kelola keuangan negara yang dilakukan Bulog berjalan dengan baik dan akuntabel. Keberhasilan ini terlihat dari realisasi pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang sudah mencapai sekitar 77 persen dari target nasional.
Pimpinan VII BPK RI, Slamet Edy Purnomo, menjelaskan bahwa capaian tersebut menjadi indikator efektivitas Bulog dalam mendukung program swasembada pangan. Instansinya berkomitmen untuk terus mengawal program strategis ini agar manfaatnya optimal bagi masyarakat.
"BPK melihat pengelolaan keuangan negara di Bulog berjalan dengan baik dan akuntabel. Kami juga mengapresiasi capaian pengadaan gabah dan beras dalam negeri yang di awal Juni ini telah mencapai sekitar 77 persen dari target yang ditetapkan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (12/6).
Menurut BPK, pemantauan langsung ke lapangan dilakukan untuk memastikan kesiapan seluruh infrastruktur pangan milik negara. Sinergi antara lembaga pemeriksa dan operator pangan diharapkan dapat menjaga stabilitas pasokan secara berkelanjutan.
Sementara itu, Bulog menyatakan bahwa efektivitas pengadaan ini dipengaruhi oleh penerapan strategi jemput gabah langsung ke petani. Optimalisasi infrastruktur modern di berbagai daerah juga turut mempercepat penyerapan hasil panen secara signifikan.
Direktur Utama Perum Bulog, Ahmad Rizal Ramdhani, menyebut apresiasi BPK sebagai bukti kepatuhan tata kelola perusahaan. Realisasi yang tinggi di awal Juni 2026 ini memicu optimisme pencapaian target tahunan.
"Kami akan terus bekerja maksimal untuk memastikan seluruh hasil panen petani terserap dengan baik, sehingga kesejahteraan petani meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat," kata Ahmad Rizal Ramdhani.
Melalui pencapaian kuartal kedua ini, Bulog optimistis dapat menuntaskan seluruh target pengadaan yang tersisa. Penguatan cadangan pangan pemerintah daerah dan nasional kini menjadi fokus utama operasional perusahaan ke depan guna mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
(rir)