Presiden Sebut Swasembada Pangan Jaga Stabilitas Dalam Negeri

Komdigi | CNN Indonesia
Sabtu, 13 Jun 2026 12:02 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Arsip Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden - Muchlis Jr)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menyatakan, swasembada pangan merupakan prioritas utama nasional guna menjaga stabilitas dan ketersediaan pangan dalam negeri. Saat ini, pemerintah mencatat capaian signifikan dalam peningkatan produksi pangan dan cadangan beras nasional di sepanjang tahun 2026.

Hal tersebut disampaikan Prabowo dalam pidato pada Rapat Paripurna DPR RI di Gedung Nusantara MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, beberapa waktu lalu. Saat itu, Prabowo menyoroti keberhasilan pemerintah dalam menjaga ketahanan pangan, memperluas program sosial, hingga mempercepat industrialisasi nasional.

Menurutnya, cadangan pangan yang ada saat ini bahkan membutuhkan ruang lebih besar, karena sudah tak cukup disimpan di gudang-gudang penyimpanan. Pada Desember 2025, cadangan beras nasional adalah sebanyak 3,25 juta ton. Per 10 Mei 2026, angka itu melonjak jadi 5,3 ton.

"Produksi kita tertinggi selama sejarah Republik Indonesia. Cadangan yang ada di gudang-gudang kita, di gudang pemerintah, (gudang) cadangannya tidak cukup. Kita harus sewa gudang-gudang lain. Kita sekarang punya cadangan sudah lebih dari 5,3 juta ton beras cadangan," ucap Prabowo.

Ia menilai, penting untuk menjaga produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani di berbagai daerah. Pemerintah disebut berhasil memperkuat produksi pupuk nasional, serta menurunkan harga pupuk bagi petani.

Prabowo mengingatkan agar implementasi penyaluran pupuk subsidi tetap dijaga agar tidak disalahgunakan.

"Untuk pertama kali dalam sejarah Republik Indonesia, harga pupuk kita turunkan 20 persen. Petani-petani kita sekarang bisa menikmati pupuk dengan jumlah yang cukup," katanya.

"Yang sekarang kita harus jaga adalah jangan sampai pupuk subsidi diselewengkan atau diselundupkan ke tempat lain. Ini harus kita jaga bersama," tambah Prabowo.

Ia juga menyatakan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah menjangkau puluhan juta penerima di seluruh Indonesia. Hingga kini, pemerintah terus melakukan evaluasi dan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut di lapangan.

"Makan bergizi gratis sekarang sudah dinikmati oleh 62,4 juta penerima setiap hari. Angka ini termasuk 6,3 juta balita, 2 juta ibu menyusui, dan 868 ribu ibu hamil menerima MBG setiap hari," ujar Prabowo.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK