IHSG Menguat, Danantara Yakin Ini Sinyal Kepercayaan Investor pada RI

CNN Indonesia
Minggu, 14 Jun 2026 13:30 WIB
Melihat penguatan IHSG, COO Danantara Dony Oskaria menilai hal ini sebagai sinyal meningkatnya kepercayaan investor terhadap perekonomian RI. (CNN Indonesia/Lidya Julita Sembiring)
Jakarta, CNN Indonesia --

Melihat adanya penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), Danantara Indonesia menilai hal ini sebagai sinyal positif atas meningkatnya kepercayaan investor terhadap prospek perekonomian nasional.

Penguatan pasar saham juga disebut mencerminkan keyakinan pelaku pasar terhadap fundamental ekonomi Indonesia dan kinerja perusahaan-perusahaan dalam negeri yang dinilai masih solid.

Chief Operating Officer (COO) Danantara Indonesia sekaligus Kepala BP BUMN Dony Oskaria mengatakan, apresiasi pasar modal terhadap saham-saham Indonesia menunjukkan investor mulai menempatkan prospek jangka panjang Indonesia sebagai pertimbangan utama.

"Kinerja yang baik tersebut membuat IHSG menguat cukup signifikan, termasuk rupiah yang juga menunjukkan penguatan," ujar Dony berdasarkan keterangan tertulis, Minggu (14/6), dilansir Detikfinance.

Menurut Dony, pergerakan pasar dalam jangka pendek memang kerap dipengaruhi berbagai sentimen, mulai dari isu global hingga dinamika domestik.

Namun, pada akhirnya investor akan kembali menilai kekuatan ekonomi nasional dan kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kinerja yang sehat.

"Tentu ada isu dan sentimen yang cukup memengaruhi, tetapi pada akhirnya seluruh investor akan melihat fundamental daripada perusahaan maupun negara," ucap Dony.

Ia juga menyebut perusahaan-perusahaan nasional, termasuk Badan Usaha Milik Negara (BUMN), masih memiliki fondasi kuat di sejumlah sektor strategis, seperti perbankan, pertambangan, dan infrastruktur.

Menurut Dony, kondisi itu menjadi modal penting untuk menjaga kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan nilai perusahaan.

"Teman-teman bisa melihat bahwa fundamental perusahaan kita, baik perbankan, tambang, infrastruktur maupun perusahaan BUMN lainnya semuanya bagus," ujarnya.

Terkait aksi korporasi seperti pembelian kembali saham atau buyback oleh BUMN, Dony menilai langkah itu merupakan mekanisme bisnis yang wajar dilakukan ketika perusahaan merasa harga saham belum mencerminkan nilai fundamental sebenarnya.

"Buyback itu sebetulnya proses yang normal. Kalau kita melihat saham kita terlalu rendah, tentu pasti kita ambil. Sayang kan daripada investasi di tempat lain, lebih baik kita investasi dengan saham kita sendiri," tutur Dony.

Dony pun optimistis kepercayaan investor terhadap Indonesia akan terus menguat seiring solidnya fundamental ekonomi nasional dan berlanjutnya transformasi BUMN.

Di sisi lain, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) Nixon LP Napitupulu mengatakan, penguatan fundamental ekonomi juga perlu ditopang sektor riil, terutama industri perumahan yang memiliki efek berganda besar terhadap perekonomian.

BTN, kata Nixon, tetap optimistis menjaga momentum pertumbuhan melalui inovasi pembiayaan untuk mendorong permintaan hunian masyarakat. Ia menekankan pentingnya menciptakan permintaan pasar, bukan sekadar menunggu.

"Kita harus bisa menciptakan demand, jangan hanya menunggu market. Karena itu, BTN terus mendorong berbagai strategi supaya sektor perumahan tetap bergerak dan masyarakat tetap memiliki akses untuk membeli rumah," tutur Nixon.

(rti)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Pemerintah Harus Yakinkan Investor

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK