Harga Minyak Turun ke US$78,66 per Barel usai AS-Iran Sepakat Damai

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 10:41 WIB
Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara. Ilustrasi. (iStock/bomboman).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga minyak dunia kembali melemah pada perdagangan Kamis (18/6), setelah Amerika Serikat (AS) dan Iran menandatangani kesepakatan damai sementara.

Kesepakatan tersebut membuka jalan bagi berakhirnya konflik antara kedua negara, pembukaan kembali Selat Hormuz, serta pencabutan sanksi AS terhadap ekspor minyak Iran.

Mengutip Reuters, harga minyak mentah Brent turun 89 sen atau 1,12 persen menjadi US$78,66 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat melemah 98 sen atau 1,28 persen ke level US$75,81 per barel.

Penurunan tersebut melanjutkan pelemahan harga minyak yang sempat terhenti sehari sebelumnya setelah Presiden AS Donald Trump menyatakan dapat melanjutkan operasi militer terhadap Iran apabila para pemimpin negara itu tidak berperilaku baik.

Analis IG Market Tony Sycamore mengatakan pasar energi semakin agresif memperhitungkan potensi kembalinya pasokan minyak Iran ke pasar global lebih cepat dari perkiraan.

"Penurunan harga berlanjut karena pasar energi terus memperhitungkan kembalinya pasokan minyak Iran lebih cepat setelah memorandum kesepahaman antara AS dan Iran," ujar Sycamore dalam catatannya.

Kesepakatan yang ditandatangani kedua negara berupa memorandum 14 poin yang membuka masa negosiasi selama 60 hari. Dalam periode tersebut, Iran akan mengizinkan kapal-kapal melintas di Selat Hormuz tanpa biaya tambahan.

Perjanjian itu juga menargetkan pemulihan penuh lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz dalam waktu 30 hari. Jalur strategis tersebut merupakan salah satu rute utama perdagangan minyak dan gas dunia.

Meski demikian, sejumlah isu sensitif masih ditunda pembahasannya, termasuk program nuklir Iran. Kesepakatan awal itu juga mengharuskan AS dan mitranya menyusun paket pembiayaan senilai US$300 miliar untuk mendukung pemulihan ekonomi Iran.

Badan Energi Internasional (IEA) memperingatkan apabila kesepakatan berjalan sesuai rencana dan Selat Hormuz kembali beroperasi normal, krisis pasokan minyak yang terjadi tahun ini berpotensi berubah menjadi kelebihan pasokan global pada 2027.

Dalam laporan pasar bulanannya yang dirilis Rabu, IEA memperkirakan pasokan minyak dunia tahun depan akan melampaui permintaan hingga 5,05 juta barel per hari seiring kembalinya produksi minyak Timur Tengah ke pasar internasional.

(ldy/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK