Rupiah Keok ke Rp17.794 Usai BI Rate Naik Lagi

tim | CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 16:07 WIB
Lembaran mata uang rupiah dan dollar AS diperlihatkan di salah satu jasa penukaran valuta asing di Jakarta, Rabu, 5 September 2018.
Analis mengatakan penguatan indeks dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah. (FOTO:CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.794 per dolar AS pada perdagangan Kamis (19/6) sore. Mata uang Garuda melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Pelemahan rupiah sejalan dengan mayoritas mata uang Asia yang berada di zona merah terhadap dolar AS. Ringgit Malaysia memimpin pelemahan dengan turun 1,04 persen, diikuti won Korea Selatan 1,01 persen, peso Filipina 0,32 persen, yuan China 0,02 persen, dan dolar Hong Kong 0,02 persen.

Sementara itu, sejumlah mata uang Asia lainnya bergerak menguat terhadap dolar AS. Dolar Singapura naik 0,02 persen, sedangkan yen Jepang menguat tipis 0,02 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di kelompok mata uang negara maju, pergerakan juga bervariasi. Euro Eropa menguat 0,07 persen dan dolar Australia naik 0,24 persen. Sebaliknya, poundsterling Inggris melemah 0,01 persen, dolar Kanada turun 0,04 persen, dan franc Swiss terdepresiasi 0,07 persen.

Analis pasar uang Ibrahim Assuaibi mengatakan penguatan indeks dolar AS masih menjadi faktor utama yang menekan rupiah. Sentimen itu didorong optimisme pasar terhadap potensi kesepakatan Amerika Serikat dan Iran yang diperkirakan dapat meredakan ketegangan di Timur Tengah serta membuka kembali jalur ekspor energi melalui Selat Hormuz.

Selain itu, pasar juga merespons sikap Federal Reserve yang mempertahankan suku bunga acuan di kisaran 3,50-3,75 persen sembari memberi sinyal masih terbukanya peluang kenaikan suku bunga pada tahun ini.

[Gambas:Youtube]

Menurut Ibrahim, dari dalam negeri, pelaku pasar masih cenderung menunggu keputusan MSCI terkait status Indonesia di kelompok emerging market dan pencabutan pembekuan penambahan konstituen saham baru Indonesia. Di saat bersamaan, keputusan Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 0,25 basis poin (bps) menjadi 5,75 persen juga menjadi perhatian investor.

"Kenaikan ini sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar Rupiah, serta sebagai langkah pre-emptive untuk menjaga inflasi pada 2026 dan 2027 agar tetap berada dalam kisaran sasaran 2,5 persen hingga 1 persen yang ditetapkan Pemerintah," ujar Ibrahim dalam keterangannya.

Ibrahim memperkirakan rupiah bergerak dalam rentang Rp17.790 hingga Rp17.840 per dolar AS pada perdagangan Jumat (20/6).

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google