OJK Tetapkan 7 Direksi Baru BEI, Jeffrey Hendrik Terpilih Jadi Dirut

CNN Indonesia
Kamis, 18 Jun 2026 20:05 WIB
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad bertemu dengan Ketua OJK dan Dirut BEI terkait pengumuman direksi BEI di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (18/6).
Penetapan tersebut tertuang dalam surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026 yang disampaikan kepada BEI. (FOTO:CNN Indonesia/Tohirin).
Jakarta, CNN Indonesia --

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menetapkan Jeffrey Hendrik sebagai Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk masa jabatan 2026-2030.

Penetapan tersebut tertuang dalam surat OJK Nomor SR-10/D.04/2026 tertanggal 17 Juni 2026 yang disampaikan kepada BEI.

Selain Jeffrey, OJK juga menetapkan enam direksi lainnya yang akan mengisi berbagai posisi strategis di bursa. Susunan direksi tersebut akan efektif setelah mendapat persetujuan pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI yang dijadwalkan berlangsung pada 29 Juni 2026.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya telah menerima jajaran direksi baru BEI bersama OJK untuk membahas penguatan tata kelola pasar modal.

Menurut Dasco, DPR mendorong OJK dan direksi baru BEI memperbaiki sistem pengawasan dan tata kelola bursa agar lebih baik ke depan.

"Kami barusan sudah melakukan koordinasi dan kemudian diskusi yang panjang bagaimana kemudian OJK yang baru dan direktur bursa yang baru untuk membenahi tata kelola bursa sehingga lebih baik ke depannya," kata Dasco di Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (18/6).

[Gambas:Youtube]

Di samping itu, Ketua Dewan Komisioner (DK) OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan penetapan dilakukan setelah OJK melakukan uji kemampuan dan kepatutan terhadap 28 kandidat yang diajukan dalam empat paket calon direksi.

"Kami menyampaikan bahwa Otoritas Jasa Keuangan telah memilih tujuh direktur Bursa Efek Indonesia dari empat paket yang mengajukan kepada OJK. Ada 28 orang yang sudah dilakukan fit and proper test di OJK dan alhamdulillah sudah terpilih tujuh orang yang terbaik untuk masing-masing bidang," ujar Friderica.

Ia mengatakan OJK meminta jajaran direksi baru BEI untuk melanjutkan reformasi integritas pasar modal sekaligus memperkuat tata kelola bursa.

"Kita minta mereka untuk berkomitmen memberikan yang terbaik untuk pengembangan Bursa ke depan, mengedepankan tata kelola dan melanjutkan reformasi integritas di pasar modal," katanya.

Sementara itu, Jeffrey Hendrik mengatakan direksi baru BEI akan melanjutkan reformasi pasar modal yang telah berjalan dalam beberapa bulan terakhir.

"Kami Direksi Bursa Efek Indonesia periode 2026-2030 pertama tentu akan melanjutkan reformasi pasar modal yang sudah kita lakukan empat bulan terakhir ini," ujar Jeffrey.

Menurut dia, BEI juga akan fokus meningkatkan transparansi, integritas, dan tata kelola, serta memperdalam pasar modal dari sisi permintaan maupun penawaran.

"Komitmen kami untuk terus meningkatkan transparansi dan integritas serta tata kelola di Bursa Efek Indonesia serta terus melakukan pendalaman pasar baik dari sisi demand maupun dari sisi supply," katanya.

Berikut susunan direksi BEI periode 2026-2030 yang telah ditetapkan OJK:

Direktur Utama: Jeffrey Hendrik
Direktur Penilaian Perusahaan: Saidu Solihin
Direktur Perdagangan dan Pengaturan Anggota Bursa: Irvan Susandy
Direktur Pengawasan Transaksi dan Kepatuhan: Yulianto Aji Sadono
Direktur Teknologi Informasi dan Manajemen Risiko: Abdul Munim
Direktur Pengembangan: Iding Pardi
Direktur Keuangan, Sumber Daya Manusia, dan Umum: Umi Kulsum

(thr/lau) Add as a preferred
source on Google