MSCI Pertahankan Status RI, Bursa Lolos dari Ancaman Turun Kelas

CNN Indonesia
Jumat, 19 Jun 2026 09:57 WIB
MSCI mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026. (FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Lembaga penyedia indeks global, Morgan Stanley Capital International (MSCI) baru saja mengumumkan posisi Indonesia masih berada di level negara berkembang atau Emerging Market dalam laporan Global Market Accessibility Review 2026 yang dirilis Kamis (18/6).

Melansir dokumen resmi MSCI, Indonesia mendapat sejumlah keunggulan pada aspek keterbukaan pasar. Hal itu menjadi salah satu faktor MSCI masih mempertahankan Indonesia di kelas negara berkembang, setelah sempat memberikan sinyal penurunan kelas.

MSCI pertama kali melayangkan peringatan mengenai isu transparansi-termasuk ancaman penurunan status dari pasar berkembang (emerging market) menjadi pasar perintis (frontier market) untuk pasar modal Indonesia pada Januari lalu. 

Adapun langkah MSCI untuk mempertahankan Indonesia sebagai negara berkembang hari ini turut disertai beberapa catatan perbaikan.

Untuk keterbukaan terhadap kepemilikan asing (openness to foreign ownership), Indonesia memperoleh penilaian baik atau "++" untuk persyaratan kualifikasi investor, batas kepemilikan asing (foreign ownership limit/FOL), dan ketersediaan foreign room.

Adapun pada indikator kesetaraan hak investor asing (equal rights to foreign investors), Indonesia hanya memperoleh nilai "+", yang berarti masih terdapat ruang untuk penyempurnaan.

Selanjutnya, terkait kemudahan arus masuk dan keluar modal (ease of capital inflows/outflows), MSCI memberikan penilaian Indonesia "++" pada indikator pembatasan arus modal (capital flow restriction level). Namun, MSCI memberikan nilai "-" untuk indikator liberalisasi pasar valuta asing (foreign exchange market liberalization level).

Adapun untuk efisiensi kerangka operasional (efficiency of the operational framework), Indonesia memperoleh nilai "++" untuk proses registrasi investor dan pembukaan rekening.

Sementara itu, pada aspek organisasi pasar (market organization), Indonesia mendapatkan nilai "++" untuk regulasi pasar (market regulations). Namun, MSCI memberikan nilai "-" pada indikator arus informasi (information flow).

Terkait aspek infrastruktur pasar (market infrastructure), MSCI memberikan Indonesia nilai "+" untuk sistem kliring dan penyelesaian transaksi (clearing and settlement). Layanan kustodian (custody), registrasi dan penyimpanan efek (registry/depository), serta aktivitas perdagangan (trading) memperoleh nilai tertinggi atau "++".

MSCI juga memberikan nilai "+" pada aspek transferabilitas saham (transferability), transaksi peminjaman saham (stock lending), dan short selling. Sedangkan terkait aspek ketersediaan instrumen investasi (availability of investment instruments), Indonesia memperoleh nilai "++".

Sementara itu, aspek stabilitas kerangka kelembagaan (stability of institutional framework), Indonesia mendapatkan nilai "+".

(ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK