PLN Buka Suara soal Mati Listrik yang Bikin Lalu Lintas Surabaya Kacau
PT PLN (Persero) buka suara terkait pemadaman listrik atau mati lampu bergilir yang melanda sejumlah wilayah di Surabaya, Jawa Timur, dalam beberapa hari terakhir hingga menyebabkan kekacauan lalu lintas.
Pemadaman listrik di Surabaya membuat mulai lampu lalu lintas mati hingga terganggunya operasional palang pintu perlintasan kereta api.
Manager Komunikasi dan TJSL PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur Dana Puspita Sari mengatakan mati lampu tersebut dipicu kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas pasokan listrik.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"PLN saat ini tengah mengerahkan seluruh sumber daya untuk menjaga keandalan sistem kelistrikan menyusul adanya kendala teknis operasional pada pembangkit yang menyebabkan penurunan kapasitas suplai listrik," kata Dana dalam keterangan resmi.
Sebagai langkah penanganan, PLN menerapkan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak untuk menjaga stabilitas sistem kelistrikan yang lebih luas.
"Untuk menjaga stabilitas dan keandalan sistem kelistrikan, PLN melakukan manajemen beban secara terbatas di sejumlah wilayah terdampak serta terus mengupayakan percepatan pemulihan kondisi operasi pembangkit agar pasokan listrik dapat kembali normal," ujarnya.
Pemadaman listrik terjadi sejak Rabu (17/6) hingga Jumat (19/6) tersebut berdampak pada sejumlah fasilitas publik di Surabaya. Pada hari ini, sedikitnya tujuh simpang lampu lalu lintas padam secara bersamaan, memicu kemacetan di berbagai ruas jalan.
Petugas Penyediaan Perlengkapan Jalan (PPJ) Dinas Perhubungan Surabaya, Abi Dwi Septianto, mengaku kewalahan menangani gangguan tersebut karena keterbatasan personel dan generator cadangan.
"Baru tiga yang bisa kita genset, karena keterbatasan personel dan genset. Padamnya bersamaan jadi kewalahan," jelasnya.
Tujuh titik lampu lalu lintas yang terdampak antara lain berada di kawasan Balongsari-Tandes, Pucang Anom, Diponegoro-Kartini, Bubutan-Tembaan, MERR-Kampus C, Menganti-Driyorejo, dan Lakarsantri-Made.
Selain itu, pemadaman listrik juga sempat melumpuhkan dua palang pintu otomatis di perlintasan sebidang kereta api, yakni JPL 1 Mayangkara dan JPL 17 Jagir pada Kamis (18/6).
Manajer Humas KAI Daop 8 Surabaya Mahendro Trang Bawono mengatakan pihaknya langsung menambah personel pengamanan dan memasang rambu berhenti secara manual untuk menjaga keselamatan pengguna jalan.
"KAI Daop 8 Surabaya telah mengantisipasi kondisi tersebut dengan menambah personel pengamanan di lokasi dan memasang rambu STOP secara manual," jelasnya.
PLN mencatat sedikitnya 19 kawasan di Surabaya, Sidoarjo, dan Gresik terdampak manajemen beban pada Jumat (19/6). Di Surabaya, wilayah yang mengalami pemadaman antara lain Simo Kwagean, Kebraon, Pakis Tirtosari, Lidah Wetan, Rungkut Mejoyo Selatan, Babatan Indah, Kedurus, Karangpilang, Kutisari, hingga Dukuh Kupang.
Sementara itu, wilayah Pepelegi Indah dan Sekardangan di Sidoarjo serta Kota Baru Driyorejo dan Kartini di Gresik juga terdampak gangguan pasokan listrik.
Meski demikian, PLN belum merinci pembangkit yang mengalami gangguan maupun target waktu pemulihan sepenuhnya. Perusahaan hanya memastikan proses penanganan masih berlangsung dan perkembangan terbaru akan disampaikan melalui kanal komunikasi resmi.
(ldy/pta) Add
as a preferred source on Google
