Anak Buah Bahlil Ungkap 2 PLTU yang Jadi Pemicu Mati Lampu Pulau Jawa

CNN Indonesia
Selasa, 23 Jun 2026 09:55 WIB
Kementerian ESDM mengungkap dua PLTU yang sempat mengalami gangguan dan memicu pemadaman listrik atau mati lampu bergilir di Pulau Jawa. Ilustrasi. (Foto: ANTARA FOTO/Angga Budhiyanto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mengungkap dua pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) yang sempat mengalami gangguan dan memicu pemadaman listrik atau mati lampu bergilir di sejumlah wilayah Pulau Jawa dalam beberapa waktu terakhir.

Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Tri Winarno menyebut dua pembangkit tersebut adalah PLTU Cilacap Unit 1 berkapasitas 300 megawatt (MW) dan PLTU Cilacap Unit 4 atau 3A berkapasitas 1.000 MW.

Gangguan pada kedua pembangkit itu disebut menjadi salah satu faktor yang memengaruhi keandalan sistem kelistrikan Jawa.

"PLTU Cilacap 1 sama PLTU Cilacap 4. Insya Allah udah enggak ada masalah kira-kira," kata Tri di Kementerian ESDM, Jakarta Pusat, Senin (22/6), melansir CNBC INdonesia.

Tri menjelaskan gangguan yang terjadi pada kedua pembangkit tersebut lebih banyak berkaitan dengan faktor pemeliharaan atau maintenance. Kondisi itu menyebabkan sebagian kapasitas pembangkit keluar dari sistem dan berdampak pada pasokan listrik di Pulau Jawa.

Menurut dia, pihaknya selama ini terus melakukan pemantauan terhadap pasokan batu bara untuk kebutuhan pembangkit listrik. Namun, pelaksanaan kontrak pengadaan dan penjadwalan pasokan tetap menjadi tanggung jawab masing-masing perusahaan.

"Monitoring kita ada, tapi kontraknya terhadap yang kontraknya kan kita belum tahu. Tapi sekarang udah ada inilah, mudah-mudahan udah ada perbaikan. Tata kelolanya udah mulai perbaikan dari PLN," ujarnya.

Tri mengatakan pemerintah telah menetapkan kewajiban pemenuhan kebutuhan dalam negeri atau Domestic Market Obligation (DMO) batu bara sebesar 191 juta ton. Jumlah itu sebenarnya lebih tinggi dibanding kebutuhan batu bara PLN yang berada di kisaran 152 juta hingga 154 juta ton per tahun.

Karena itu, menurut dia, persoalan yang muncul bukan semata terkait ketersediaan batu bara secara nasional, melainkan juga menyangkut pelaksanaan kontrak dan pengaturan pasokan oleh masing-masing pihak.

"Kebutuhan PLN kan 152-154 juta ton. Kan sebetulnya ada space ya. Itu kan terus tindak lanjutnya oleh kontraknya PLN. Kontraknya PLN itu sudah 134 juta sebetulnya. Terkait dengan scheduling kan bukan di Minerba," kata Tri.

Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengungkap terdapat tiga persoalan yang menjadi perhatian pemerintah setelah terjadi gangguan kelistrikan di Pulau Jawa.

Ketiga persoalan tersebut meliputi gangguan pada pembangkit, kebutuhan batu bara kalori menengah untuk proses blending, serta aspek pemeliharaan pembangkit listrik.

Bahlil menyebut pemerintah telah membantu PLN mencarikan pasokan batu bara kalori menengah yang dibutuhkan pembangkit dan meminta perusahaan segera memperkuat program pemeliharaan untuk mencegah gangguan serupa terulang.

Sementara itu, Direktur Utama PT PLN (Persero) Darmawan Prasodjo mengatakan kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik sejak akhir pekan lalu setelah sempat terjadi pemadaman bergilir.

"Pemadaman bergilir yang terjadi minggu lalu di Pulau Jawa, mulai kemarin hari Minggu, kondisi sistem kelistrikan di Pulau Jawa mulai membaik, dan pemadaman bergilir berhasil diminimalisir. Kami ingin mohon maaf kepada masyarakat karena ketidaknyamanan dengan terjadinya pemadaman bergilir tersebut," kata Darmawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Senin (22/6).

Menurut Darmawan, pasokan energi primer yang sesuai dengan kebutuhan pembangkit PLN maupun pembangkit swasta mulai kembali mengalir sehingga memperkuat ketahanan sistem kelistrikan Jawa.

Selain itu, dua pembangkit besar milik mitra PLN yang sebelumnya mengalami gangguan teknis juga terus menjalani proses pemulihan. Salah satu pembangkit bahkan telah berhasil diperbaiki dan kembali tersinkronisasi dengan sistem kelistrikan Jawa pada Minggu malam.

"Dan ada kabar yang baik tadi malam, satu pembangkit besar berhasil dipulihkan dan sinkron dengan sistem kelistrikan di Pulau Jawa dan mulai memasok listrik untuk sistem di Pulau Jawa," ujarnya.

PLN, lanjut Darmawan, kini juga melakukan pembenahan tata kelola rantai pasok energi primer serta memperkuat pengawasan terhadap pembangkit milik PLN maupun Independent Power Producer (IPP) guna menjaga keandalan sistem kelistrikan nasional.

"Kami melakukan upaya all out, 24 jam tujuh hari seminggu, baik itu dalam melakukan monitoring, memetakan seluruh upaya kami agar perbaikan keandalan sistem listrik di Jawa ini bisa terus terjaga dan bahkan ditingkatkan," katanya.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK