Pollux Bidik Bisnis Hotel di Jawa Tengah Efek Pesatnya Industrialisasi
PT Pollux Properties Ltd melihat Jawa Tengah sebagai salah satu wilayah paling prospektif untuk pengembangan bisnis perhotelan seiring pesatnya pertumbuhan kawasan industri di provinsi tersebut.
CEO Pollux Properties Ltd Nico Purnomo Po mengatakan pertumbuhan sektor manufaktur dan masuknya investasi baru ke sejumlah kawasan industri telah menciptakan kebutuhan yang semakin besar terhadap layanan akomodasi dan hospitality.
Menurutnya, daerah seperti Semarang, Batang, dan Kendal menjadi kawasan yang menarik untuk pengembangan hotel karena aktivitas ekonomi di wilayah tersebut terus meningkat.
"Yang paling bagus terutama salah satu ya Semarang, karena memang lokasi pabrik-pabrik. Terus Batang, Kendal, UMR paling murah, pabrik-pabrik China ke sana semua," kata Nico di sela penandatanganan nota kesepahaman (MoU) antara PT Pollux Hotels Group Tbk dan Accor Group di Jakarta, Selasa (23/6).
Ia menilai pengembangan bisnis hotel perlu dilakukan sejalan dengan pertumbuhan ekonomi suatu wilayah. Untuk itu, perusahaan tidak hanya berfokus pada destinasi wisata utama seperti Bali dan Jakarta, tetapi juga membidik daerah-daerah yang tengah berkembang sebagai pusat industri baru.
"Kita melihat area mana yang pertumbuhannya pesat supaya dapat diberikan pelayanan yang tersedia. Kalau ekonominya tumbuh, tapi enggak ada hotel, jadi enggak bisa juga," ujarnya.
Nico menambahkan Semarang kini semakin menarik karena memiliki konektivitas internasional yang mendukung mobilitas pelaku bisnis dan investor.
"International flight sekarang ke Semarang. Dari Singapura ada direct flight ke Semarang, jadi Semarang ini berkembangnya pesat sekali," katanya.
Selain Jawa Tengah, perusahaan juga melihat potensi pertumbuhan sektor hospitality di sejumlah wilayah Indonesia lainnya. Namun untuk saat ini, fokus pengembangan masih diarahkan ke daerah-daerah yang mencatat pertumbuhan ekonomi dan aktivitas bisnis yang kuat.
Di sisi lain, Nico menilai pasar domestik masih menjadi penopang utama industri perhotelan nasional. Menurut dia, pertumbuhan wisatawan domestik menjadi peluang besar bagi pelaku usaha hospitality untuk memperluas layanan dan meningkatkan kualitas akomodasi.
"Untuk hospitality, yang besar itu domestik," ujarnya.
Pollux kemudian menggandeng operator hotel global Accor Group untuk memperkuat kualitas layanan sekaligus memperluas akses ke jaringan internasional.
Menurut Nico, kehadiran operator global menjadi penting untuk meningkatkan standar pelayanan dan memperkuat daya saing hotel di tengah persaingan industri yang semakin ketat.
"Pertama ya operator yang kualitasnya jauh lebih bagus, yang mempunyai jaringan internasional," katanya.
Kerja sama strategis antara Pollux Hotels Group dan Accor Group diteken pada Selasa (23/6). Kolaborasi tersebut ditujukan untuk memperkuat pengembangan sektor hospitality di Indonesia melalui penggabungan pengalaman operasional global Accor dan portofolio properti yang dimiliki grup Pollux.
(lau/ins)