Prabowo Wanti-wanti Mentan: Ekspor Jalan terus, Petani Jangan Rugi

CNN Indonesia
Kamis, 25 Jun 2026 08:06 WIB
Prabowo meminta setiap transaksi ekspor tetap memperhatikan harga yang diterima petani agar tidak merugi. (FOTO:Tangkapan Layar Youtube Setpres).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menegaskan ekspor beras, jagung, hingga pupuk yang mulai dilakukan Indonesia tidak boleh mengorbankan kesejahteraan petani dalam negeri.

Ia meminta setiap transaksi ekspor tetap memperhatikan harga yang diterima petani agar tidak merugi.

Prabowo menyampaikan hal itu saat menyinggung meningkatnya permintaan sejumlah negara terhadap komoditas pangan dan pupuk dari Indonesia seiring membaiknya produksi dalam negeri.

"Negara-negara lain banyak minta beras dari kita, jagung dari kita. Silakan, asal harganya benar. Ya Menteri Pertanian (Andi Amran Sulaiman)? Petani jangan rugi," kata Prabowo dalam acara Puncak Pekan Nasional Petani Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6).

Ia mengatakan Indonesia kini mulai mengekspor berbagai komoditas pertanian dan pupuk ke sejumlah negara. Bahkan, Perdana Menteri Australia Anthony Albanese disebut telah menghubunginya secara langsung untuk meminta pasokan pupuk dari Indonesia.

"Saya ditelepon Perdana Menteri Australia (Albanese). Beliau terima kasih Indonesia punya surplus pupuk dan mereka minta apakah boleh kita jual ke mereka. Saya bilang, 'jual, kirim ke mereka'," ujarnya.

Prabowo menyebut banyak negara saat ini membutuhkan pupuk dan pangan dari Indonesia. Menurut dia, kondisi tersebut menjadi salah satu indikator meningkatnya kapasitas produksi nasional, terutama setelah pemerintah mendorong swasembada pangan.

Karena itu, ia menilai Indonesia kini memiliki posisi yang lebih kuat dalam menghadapi ketidakpastian global, termasuk gangguan rantai pasok akibat konflik geopolitik.

"Sekarang kita swasembada pangan, kita percaya diri. Terjadi perang di mana-mana, terjadi Selat Hormuz ditutup, kita percaya diri kita akan mampu mengatasi," katanya.

Pernyataan Prabowo muncul di tengah meningkatnya peluang ekspor beras dan pupuk Indonesia ke berbagai negara. Untuk komoditas beras, Perum Bulog saat ini tengah menjajaki ekspor 200 ribu ton beras ke Malaysia.

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pembahasan dengan Malaysia telah memasuki tahap negosiasi harga. Jika terealisasi, nilai transaksi ekspor tersebut diperkirakan mencapai sekitar Rp2 triliun.

Selain Malaysia, pemerintah juga membuka peluang ekspor beras ke sejumlah negara lain seperti Filipina, Papua Nugini, hingga Arab Saudi. Pada awal 2026, Indonesia telah merealisasikan ekspor perdana beras sebanyak 2.280 ton ke Arab Saudi.

Di sektor pupuk, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan Indonesia akan mengekspor pupuk urea ke Australia secara bertahap dengan potensi nilai mencapai Rp7 triliun.

Tahap awal ekspor telah dilakukan dari Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, dengan volume 47.250 ton pupuk urea senilai sekitar Rp600 miliar. Pemerintah juga menyebut sejumlah negara lain seperti India, Filipina, Brasil, dan Bangladesh telah menyatakan minat untuk membeli pupuk urea dari Indonesia.

(del/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK