Sinergi MHSB & Persebaya Bangun Ekosistem Sports Medicine Terintegrasi

Mayapada Hospital | CNN Indonesia
Jumat, 26 Jun 2026 11:26 WIB
Mayapada Hospital
(Foto: dok Mayapada Hospital)
Jakarta, CNN Indonesia --

Mayapada Hospital Surabaya (MHSB) kini resmi berperan sebagai Official Medical Partner untuk klub sepakbola Persebaya, menandai langkah kolaborasi membangun ekosistem sports medicine terintegrasi pertama di Indonesia.

MHSB mendukung Persebaya lewat kehadiran tim dokter spesialis multidisiplin di Sports Injury Treatment & Performance Center (SITPEC) Mayapada Hospital Surabaya. Dalam penerapannya, digunakan pendekatan preventif untuk penanganan cedera, rehabilitasi, hingga peningkatan performa atlet secara menyeluruh, serta layanan medis berstandar internasional bagi seluruh elemen tim.

Sinergi ini melibatkan 20 dokter spesialis dari berbagai disiplin ilmu, mulai dari kedokteran olahraga, ortopedi, kardiologi, rehabilitasi medik, radiologi, gizi klinik, penyakit dalam, hingga psikologi. Layanan SITPEC juga mencakup pencegahan cedera berbasis data, identifikasi faktor risiko, optimalisasi performa, rehabilitasi, serta pemantauan kondisi pemain secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Chief Operating Officer Mayapada Healthcare, Hendy Widjaja, mengatakan bahwa pengalaman Mayapada Healthcare dalam mendukung berbagai atlet profesional menjadi fondasi bagi Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan sports medicine yang komprehensif bagi Persebaya.

"Melalui SITPEC, kami menghadirkan pendekatan menyeluruh yang mencakup pencegahan cedera, pemantauan kondisi atlet, rehabilitasi, peningkatan performa, hingga dukungan kesehatan mental. Kami memahami bahwa dukungan medis yang profesional dan komprehensif juga merupakan bagian penting untuk memastikan para pemain Persebaya tetap berada pada performa terbaik di Super League 2026-2027, sama pentingnya dengan dukungan dan semangat yang diberikan Bonek kepada Persebaya," ujar Hendy.

Layanan SITPEC ini pun terbuka bagi masyarakat luas. Hendy menjelaskan, sports medicine tidak hanya untuk atlet profesional. Masyarakat, komunitas olahraga, dan sport enthusiast dapat memanfaatkannya untuk menjaga kebugaran, mencegah cedera, meningkatkan performa, hingga mempercepat pemulihan.

"Kami ingin semakin banyak masyarakat Surabaya tetap aktif, sehat, dan terus mendukung Persebaya dalam kondisi terbaik," katanya.

Hospital Director Mayapada Hospital Surabaya, dr. Bona Fernando, BSc, M.D., FISQua menambahkan, SITPEC MHSB memberikan pendekatan preventif berbasis data melalui skrining kesehatan dan kebugaran komprehensif, meliputi pemeriksaan laboratorium, jantung, Body Composition Analysis, penilaian fungsi jantung dan paru (VO2Max), penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, functional movement assessment untuk memetakan risiko cedera berdasarkan pola gerak atlet, serta evaluasi psikologis.

MHSB juga siap memberikan penanganan advanced terhadap cedera, termasuk prosedur penggantian sendi lutut atau Total Knee Replacement (TKR) menggunakan teknologi robotik terkini, VELYS™ Robotic-Assisted Solution, rehabilitasi medik, dan penerapan protokol Enhanced Recovery After Surgery (ERAS®).

"Agar pemulihan berjalan lebih optimal dan pemain dapat kembali bertanding lebih cepat," ujar dr. Bona.

MHSB merupakan rumah sakit pertama di Indonesia yang menerima sertifikasi ERAS® untuk prosedur Robotic TKR, dan resmi tergabung dalam ERAS® Society, yakni organisasi global dalam pengembangan standar pemulihan pascaoperasi modern.

Pengakuan ini menegaskan posisi MHSB sebagai pusat ortopedi unggulan berstandar internasional di Jawa Timur dan Indonesia Timur.

Sementara itu, Direktur Persebaya, Candra Wahyudi menyebut kolaborasi dengan MHSB lahir dari kesamaan visi kedua pihak untuk menghadirkan standar pelayanan kesehatan atlet yang komprehensif, modern, dan berstandar internasional. Sebelumnya, kerja sama klub dengan rumah sakit lebih banyak bersifat rujukan.

Persebaya optimistis, Mayapada Hospital Surabaya dapat menghadirkan layanan medis yang lebih profesional, yang memberikan rasa aman bagi pemain, pelatih, dan seluruh elemen tim di sepanjang kompetisi.

"Kami ingin melangkah lebih jauh dengan membangun sebuah ekosistem, di mana para dokter spesialis menjadi bagian dari sistem pendukung Persebaya dan terintegrasi dengan tim medis klub," kata Candra.

Adapun konsep kolaborasi ini dipelajari Kepala Tim Dokter Persebaya, dr. Pratama Wicaksana Wijaya, Sp.KO, saat mengikuti Isokinetic Conference FIFA di Madrid pada 2025. Saat itu, ia melihat klub-klub elite Eropa telah membangun kemitraan dengan rumah sakit sebagai bagian dari ekosistem kesehatan terintegrasi.

Bersama tim medis MHSB, Persebaya menerapkan pemeriksaan kesehatan pemain yang lebih mendalam, baik sebelum kompetisi maupun sebelum penandatanganan kontrak. Pemeriksaan dilakukan melalui delapan tahapan, meliputi evaluasi laboratorium, pemeriksaan jantung, penilaian ortopedi, pencitraan medis bila diperlukan, hingga functional movement assessment.

Seluruh tahapan dilakukan untuk mengidentifikasi faktor risiko cedera yang dapat memengaruhi performa pemain di masa depan. Hasil pemeriksaan tersebut turut menjadi salah satu pertimbangan dalam proses rekrutmen pemain, karena memberikan gambaran objektif mengenai kondisi kesehatan dan risiko cedera seorang atlet.

Pendekatan ini memungkinkan klub memiliki profil kesehatan pemain secara komprehensif sebagai dasar program latihan dan pencegahan cedera.

"Dengan sistem terintegrasi, seluruh proses mulai dari diagnosis, penanganan, rehabilitasi, hingga pemantauan kondisi dapat berjalan dalam satu alur yang berkesinambungan," kata dr. Tommy.

Pemain muda Persebaya, Dicky Kurniawan, mengaku senang menyambut kerja sama ini. Sebagai pemain, Dicky merasa aman karena Persebaya menerapkan konsep penanganan kesehatan yang komprehensif dan didukung teknologi canggih.

"Pemeriksaan kesehatan yang saya lalui di Mayapada Hospital juga sangat lengkap. Belum pernah saya dapatkan ketika masih membela klub lain," ujarnya.

Pernyataan Dicky diamini oleh striker Persebaya baru, Ramadhan Sananta. Ia menilai kolaborasi Persebaya dan Mayapada Hospital Surabaya menunjukkan keseriusan klub dalam mendukung performa pemain.

Berbekal pengalaman bermain di sejumlah klub, termasuk di luar negeri dan bersama Timnas Indonesia, Sananta melihat pendekatan seperti ini merupakan bagian penting dari sepak bola modern.

"Saya pernah bermain di beberapa klub dan merasakan lingkungan yang berbeda-beda. Menurut saya, langkah Persebaya membangun kerja sama yang terintegrasi seperti ini sangat positif karena pemain merasa mendapat dukungan yang lengkap, baik untuk menjaga kondisi maupun saat membutuhkan penanganan medis," kata Sananta.

Implementasi kemitraan telah berjalan melalui layanan Medical Check-Up (MCU) bagi pemain baru Persebaya, dan dipastikan terus berlanjut pada berbagai aktivitas klub, termasuk dukungan layanan medis pada ajang lari tahunan Green Force Run 2026 pada 27 Juni mendatang.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google