Rupiah Melemah ke Rp17.987 per Dolar AS Pagi Ini
Nilai tukar rupiah berada di level Rp17.987 per dolar AS pada perdagangan Jumat (26/6) pagi. Mata uang Garuda melemah 44 poin atau 0,25 persen dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.
Pergerakan rupiah terjadi di tengah pergerakan bervariasi mata uang Asia terhadap dolar AS. Mata uang yang menguat terdiri dari ringgit Malaysia yang terapresiasi 0,31 persen, peso Filipina naik 0,07 persen, serta dolar Hong Kong menguat 0,01 persen.
Sementara itu, mata uang Asia yang melemah meliputi won Korea Selatan yang terdepresiasi 0,38 persen, dolar Singapura turun 0,05 persen, yen Jepang melemah 0,03 persen, dan yuan China terkoreksi 0,01 persen.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Di kelompok mata uang utama negara maju, dolar Kanada menjadi satu-satunya yang menguat dengan kenaikan 0,03 persen terhadap dolar AS.
Lihat Juga : |
Sebaliknya, dolar Australia melemah 0,29 persen, euro turun 0,10 persen, franc Swiss terkoreksi 0,09 persen, dan poundsterling Inggris melemah 0,03 persen.
Analis mata uang DOO Financial Futures Lukman Leong mengatakan rupiah masih berpotensi tertekan oleh penguatan dolar AS.
Menurutnya, sentimen tersebut dipicu data inflasi Personal Consumption Expenditures (PCE) Amerika Serikat yang menunjukkan inflasi inti naik ke level tertinggi sejak Oktober 2023, ditambah pernyataan bernada hawkish dari sejumlah pejabat Federal Reserve yang meningkatkan ekspektasi kenaikan suku bunga.
"Rupiah diperkirakan melemah terhadap dolar AS setelah data inflasi AS PCE yang menunjukkan kenaikan pada inflasi inti mencapai tingkat tertinggi sejak Oktober 2023. Pernyataan hawkish pejabat The Fed juga meningkatkan prospek kenaikan suku bunga oleh bank sentral AS," ujar Lukman kepada CNNIndonesia.com.
Ia memperkirakan rupiah bergerak di kisaran Rp17.900 hingga Rp18.050 per dolar AS pada perdagangan hari ini.
(lau/pta) Add
as a preferred source on Google