BPS Dorong Jambi & Bengkulu Petakan Potensi Lewat Sensus Ekonomi 2026
Badan Pusat Statistik (BPS) memperkuat sinergi dengan pemerintah daerah untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026). Wakil Kepala BPS RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, meresmikan pencanangan SE2026 di Provinsi Jambi pada Jumat (26/6), sehari setelah acara serupa digelar di Bengkulu.
Acara di Kantor BPS Provinsi Jambi dihadiri Gubernur Jambi Al Haris, Wakil Ketua Komite IV DPD RI Elviana dan Sinta Rosma Yenti, jajaran Forkopimda, perwakilan instansi vertikal, OPD, serta sejumlah asosiasi dan pelaku usaha setempat.
Sonny menyebut Jambi memiliki potensi besar untuk terus berkembang. Pada triwulan I-2026, ekonomi Jambi tumbuh 4,33 persen secara tahunan, ditopang sektor pertanian, kehutanan, perikanan, dan pertambangan yang menyumbang hampir separuh perekonomian daerah.
Provinsi ini juga mencatat Incremental Capital Output Ratio (ICOR) sebesar 4,89, lebih baik dari target nasional. Angka tersebut menunjukkan efisiensi investasi yang relatif baik.
"Ini sebenarnya sudah di bawah target Menteri PU dan target Pak Presiden. Karena Pak Presiden menargetkan ICOR di Indonesia dibawah 6," ujarnya dalam keterangan tertulis, Sabtu (27/6).
Menurutnya, capaian itu membuktikan investasi di Jambi berjalan efisien. Namun ia mengingatkan, kebijakan pembangunan yang tepat sasaran tetap membutuhkan data ekonomi yang lengkap dan mutakhir.
Sonny juga menyoroti perkembangan sektor pariwisata Jambi, yang terlihat dari bertambahnya hotel berbintang, naiknya tingkat hunian kamar, serta meningkatnya kunjungan wisatawan. Pertumbuhan itu menggerakkan rantai ekonomi yang melibatkan UMKM, transportasi, kuliner, dan ekonomi kreatif.
Berbeda dari sensus sebelumnya, SE2026 tidak hanya mendata usaha berlokasi fisik, tetapi juga usaha berbasis digital dan aktivitas ekonomi rumah tangga. Pendekatan ini diharapkan menghasilkan potret ekonomi yang lebih utuh.
BPS menerjunkan 3.467 petugas sensus untuk mendata sekitar 428 ribu unit usaha di seluruh Provinsi Jambi. Pendataan berlangsung mulai 15 Juni hingga 31 Agustus 2026.
Pada kesempatan yang sama, Gubernur Jambi, Al Haris, menegaskan kualitas kebijakan pembangunan sangat bergantung pada kualitas data yang dimiliki pemerintah.
"Dengan data ini luar biasa penting bagi kita, tidak ada hari ini wacana yang kita bangun tanpa data yang konkret," kata dia.
Ia pun meminta seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Jambi membantu mengedukasi masyarakat agar bersedia menerima petugas sensus dan memberi informasi yang benar.
Menanggapi hal ini, Sonny pun mengingatkan pentingnya partisipasi semua pihak.
"Jika tak disensus maka harapan akan hangus. Tak mau di data artinya anda tak ada," ujar Sonny.
Sehari sebelumnya, Kamis (25/6), BPS lebih dulu mencanangkan SE2026 di Provinsi Bengkulu. Acara berlangsung di panggung penutupan Festival Tabut, Sport Center Bumi Merah Putih, memanfaatkan momentum budaya yang menarik perhatian publik.
Sonny mengapresiasi tren positif ekonomi Bengkulu. Pada triwulan I-2026, ekonomi daerah ini tumbuh hampir 5 persen dengan sektor pertanian sebagai penopang utama, sementara sektor pariwisata melesat 19,73 persen.
Pertumbuhan itu, menurut Sonny, perlu dibarengi data lengkap agar kebijakan pembangunan sesuai kondisi riil di lapangan. Ia menegaskan SE2026 merupakan agenda nasional yang digelar setiap sepuluh tahun sesuai amanat undang-undang.
"Terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Pemerintah Provinsi Bengkulu khususnya Bapak Gubernur, atas dukungan yang luar biasa kepada Badan Pusat Statistik dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," ucap Sonny.
Ia menambahkan, keberhasilan sensus tidak hanya bergantung pada BPS, tetapi juga dukungan pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat luas.
Sebanyak 2.069 petugas sensus diterjunkan untuk mendata sekitar 231 ribu unit usaha hasil prelisting di Bengkulu. Jumlah ini naik sekitar 15,5 persen dibandingkan hasil pendataan tahun 2016.
Sebagai simbol dukungan, Gubernur Bengkulu, Helmi Hasan, menyerahkan miniatur Tabot kepada Wakil Kepala BPS RI.
"Dengan ini pemerintah Provinsi Bengkulu menyatakan dukungan dan harapan untuk suksesnya pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026," ucap Helmi.
Sebagai informasi, pencanangan di Bengkulu turut dihadiri Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Kepala Bakamla RI Laksamana Madya TNI Irvansyah, Staf Khusus Menteri Pariwisata Apni Jaya Putra, para bupati dan wali kota se-Bengkulu, unsur Forkopimda, serta pimpinan perguruan tinggi.
Menutup rangkaian pencanangan di dua provinsi, Sonny mengajak masyarakat Indonesia berpartisipasi melalui pesan sederhana 'TIR': Terima petugas sensus, Isi data dengan benar, dan Rahasia data terjaga.
Ia menegaskan, keberhasilan SE2026 akan melahirkan data berkualitas yang menjadi fondasi perencanaan pembangunan dan penguatan ekonomi Indonesia di masa depan.
(rir)