Andrea Pignataro, Mantan Trader Jadi Raja Software Berharta Rp734 T
Andrea Pignataro dikenal sebagai salah satu miliarder di Italia, sekaligus orang terkaya ke-46 di dunia menurut laman resmi Forbes.
Sosok satu ini dikenal sebagai miliarder misterius sekaligus pengusaha di sektor keuangan. Forbes mencatat kekayaan ahli matematika asal Italia tersebut mencapai US$41,1 miliar atau setara Rp734,1 triliun (kurs Rp17.860) per Minggu (28/6).
Pignataro merupakan pendiri dan CEO dari ION Group, sebuah perusahaan raksasa yang bergerak di bidang penyediaan perangkat lunak (software), data finansial, serta analisis pasar untuk sektor keuangan global berbasis di London.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Meskipun namanya mungkin jarang terdengar di kalangan awam dibandingkan dengan tokoh teknologi lain, Pignataro merupakan salah satu sosok paling berpengaruh di pusat ekosistem keuangan dunia.
Lihat Juga : |
Pignataro lahir dan tumbuh besar di Bologna, Italia. Ia memiliki latar belakang akademis yang sangat kuat di bidang kuantitatif, serta meraih gelar Sarjana Ekonomi dari University of Bologna. Selanjuntya, ia pindah ke Inggris untuk menyelesaikan gelar PhD (Doktor) dalam bidang Matematika dari Imperial College London.
Pada 1994, ia memulai karier profesionalnya di London sebagai bond trader (pedagang obligasi) di Salomon Brothers, sebuah bank investasi terkemuka asal Amerika Serikat (AS) pada masa itu (kemudian diakuisisi Citigroup).
Selama menjadi trader, Pignataro mengamati adanya inefisiensi besar dalam proses operasional transaksi keuangan yang masih bersifat manual. Pengamatan inilah yang memicu ide untuk mendirikan perusahaan perangkat lunak sendiri.
Kemudian pada 1998, saat masih bekerja di Salomon Brothers, Pignataro menginisiasi sebuah usaha patungan (joint venture) dengan perusahaan software asal Pisa, Toscana-Italia bernama List Holding untuk mengembangkan sistem perdagangan obligasi pemerintah secara digital.
Pada 1999, Pignataro memutuskan untuk keluar dari Salomon Brothers dan fokus membangun ION Group secara independen.
Di bawah kepemimpinannya, ION Group bertransformasi menjadi penyedia infrastruktur data finansial dan software perdagangan elektronik masif, sejajar dengan raksasa seperti Bloomberg dan LSEG (London Stock Exchange Group).
Lihat Juga : |
Bisnis ION Group sendiri terbagi menjadi lima divisi utama, yakni pasar, analitik, perbankan inti, korporasi, dan informasi kredit.
ION Group menggurita lewat berbagai strategi akuisisi bernilai miliaran dolar AS dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan data keuangan krusial, seperti Dealogic, Fidessa, Cedacri, Prelios, dan Cerved. Teknologi yang dikembangkan ION kini mampu mengelola infrastruktur penting, termasuk memproses transaksi harian di berbagai bank besar dan manajer aset dunia.
Kini, Pignataro sukses masuk jajaran orang terkaya di dunia. Bahkan, tahun ini kekayaan bersihnya melesat berkisar US$36,5 miliar hingga US$42,8 miliar. Lonjakan ini bahkan sempat membuatnya menyalip keluarga Ferrero (pemilik Nutella) untuk bertengger di posisi puncak sebagai orang terkaya di Italia.
Meski begitu, ia dikenal sebagai sosok yang menutup diri dan jarang terekspos. Meskipun menutup diri dari publisitas bisnis, Pignataro cukup menarik perhatian publik dengan investasi personalnya.
Pria kelahiran 10 Juni 1970 tersebut diketahui memiliki koleksi hotel dan vila mewah di Pulau Canouan, sebuah wilayah eksklusif di Saint Vincent and the Grenadines (Karibia). Ia juga dikabarkan berinvestasi sebanyak 2 miliar euro pada proyek pembangunan Ellinikon, yakni mega-proyek pembangunan kembali kawasan bekas Bandara Internasional Hellenikon di Athena, Yunani.
as a preferred source on Google