BEI Bukukan Dana IPO Naik 26 Persen Jadi Rp155 T Saat Pasar Bergejolak

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 08:59 WIB
Bos BEI mengatakan sepanjang 2025 terdapat 26 perusahaan yang melantai di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp155,2 triliun saat IPO.(FOTO:CNN Indonesia/Safir Makki).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat dana yang dihimpun melalui penawaran umum perdana saham (IPO) sepanjang 2025 meningkat 26 persen dibandingkan tahun sebelumnya di tengah dinamika pasar keuangan.

Direktur Utama BEI Jeffery Hendrik mengatakan sepanjang 2025 terdapat 26 perusahaan yang melantai di bursa dengan total kapitalisasi pasar mencapai Rp155,2 triliun saat IPO.

"Dari sisi penghimpunan dana, perusahaan yang melakukan IPO saham berhasil menghimpun dana sekitar Rp18,1 triliun atau meningkat 26 persen dibanding 2024, dengan kontribusi terbesar berasal dari sektor basic materials, diikuti sektor financials serta infrastruktur," kata Jeffery dalam konferensi pers usai Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) BEI 2026 secara daring, Senin (29/6).

Menurut Jeffery, capaian tersebut menunjukkan fungsi pasar modal sebagai sumber pembiayaan tetap berjalan meski sepanjang tahun pasar diwarnai volatilitas.

Selain melalui IPO, penghimpunan dana melalui efek bersifat utang dan sukuk (EBUS) mencapai Rp217,4 triliun, sementara aksi korporasi melalui hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) dan waran menghimpun dana Rp43,7 triliun.

Di sisi lain, BEI memastikan ETF emas segera hadir sebagai instrumen investasi baru di pasar modal Indonesia.

Jeffery menjelaskan seluruh regulasi yang menjadi dasar penerbitan ETF emas telah rampung. Ketentuan tersebut mencakup peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), peraturan bursa, hingga fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI).

"Untuk penerbitannya, saat ini ada tujuh manajer investasi yang telah menyampaikan permohonan perjanjian pendahuluan pencatatan ETF emas kepada Bursa Efek Indonesia. Tentu ini sedang berproses dan kami harapkan dalam waktu yang tidak terlalu lama lagi ETF emas sudah bisa terbit dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia," ujarnya.

Ia menjelaskan POJK mengenai ETF emas telah diterbitkan pada Februari 2026. Selanjutnya, BEI menerbitkan aturan terkait pencatatan, perdagangan, dan keanggotaan ETF emas pada April 2026.

Jeffery berharap kehadiran ETF emas dapat memperluas pilihan instrumen investasi sekaligus memperdalam pasar modal Indonesia.

(lau/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK