Stok Beras Luber, Bulog Bakal Bangun 100 Gudang Lagi pada 2027

CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 14:05 WIB
Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mempersilakan masyarakat menukar produk Minyakita produksi PT Kusuma Mukti Remaja (KMR) yang terindikasi berbau solar.

Warga cukup membawa kemasan atau sisa minyak yang masih berbau untuk ditukarkan
Dirut Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pemerintah akan kembali membangun 100 gudang Bulog pada 2027 menyusul meningkatnya stok beras nasional. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan pemerintah akan kembali membangun 100 gudang pada 2027 menyusul meningkatnya stok beras nasional yang kini menembus 5,4 juta ton.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat gudang milik Bulog maupun gudang sewa terisi penuh.

"Ditargetkan di tahun 2026 ini kami dianggarkan (untuk membangun) 100 gudang. Insyaallah dari penyampaian Bapak Presiden (Prabowo Subianto) akan didukung lagi kembali di tahun 2027 adalah 100 gudang lagi. Tujuannya apa? Supaya produk yang luar biasa itu jumlahnya bisa tersimpan dengan baik di gudang milik Bulog," ujar Rizal dalam konferensi pers di Gudang Bulog Kanwil DKI Jakarta, Jakarta Utara, Senin (29/6).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rizal mengatakan tingginya stok beras saat ini merupakan dampak dari meningkatnya produksi pangan nasional dan serapan gabah yang dilakukan Bulog sepanjang tahun ini.

"Sekarang kondisi gudang kita ini betul-betul penuh. Bahwa swasembada pangan itu betul-betul nyata. Bukan hanya di gudang Bulog, tapi di gudang sewa Bulog juga penuh, rata-rata di gudang swasta," ujarnya.

Ia menyebut hingga 29 Juni 2026, Bulog menyerap lebih dari 3,2 juta ton beras atau sekitar 80 persen dari target pengadaan 4 juta ton tahun ini.

"Kami laporkan sampai dengan 29 Juni 2026 totalnya sudah mencapai 80 persen dari 4 juta ton. Jadi sudah di atas 3,2 juta ton yang sudah diserap oleh Bulog. Berarti kalau berasnya 3,2 juta ton, gabahnya lebih dari 6 juta ton," terangnya.

Menurut Rizal, stok beras yang dikuasai Bulog saat ini telah mencapai sekitar 5,4 juta ton. Ia menyebut angka tersebut menjadi stok tertinggi yang pernah dimiliki Bulog.

"Untuk stok Bulog sampai dengan hari ini sudah mencapai 5,4 juta ton. Ini membanggakan, stok tertinggi sepanjang sejarah Indonesia merdeka dan serapan tertinggi sepanjang Indonesia merdeka," ujarnya.

Rizal memperkirakan serapan beras masih akan terus bertambah hingga akhir tahun. Dengan waktu enam bulan yang masih tersisa, Bulog memproyeksikan total serapan dapat melampaui target awal.

"Prediksi kami serapan kami mungkin bisa di atas 4,5 (juta ton) atau bahkan sampai 5 juta ton," katanya.

Ia mengatakan tingginya serapan tersebut didorong produksi gabah nasional yang diperkirakan mencapai hampir 36 juta ton pada tahun ini.

Karena itu, Bulog tidak hanya memperluas kapasitas penyimpanan, tetapi juga mulai menjajaki perluasan penyaluran, termasuk melalui ekspor beras ke sejumlah negara.

Berdasarkan paparan Bulog, wilayah kerja Jakarta-Banten saat ini memiliki 122 unit gudang dengan total kapasitas penyimpanan sekitar 480.337 ton. Kapasitas tersebut terdiri atas gudang di DKI Jakarta sebesar 245.200 ton dan gudang di Banten sekitar 235.137 ton.

Sebelumnya, Rizal mengungkapkan Kementerian Keuangan telah menyetujui anggaran sekitar Rp5 triliun untuk pembangunan 100 gudang baru Bulog di 2026.

Gudang tersebut akan dibangun di berbagai wilayah Indonesia guna menambah kapasitas penyimpanan beras yang terus meningkat.

Menurut Rizal, gudang baru itu akan mengadopsi teknologi yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) sehingga beras dapat disimpan hingga hampir dua tahun tanpa memerlukan proses fumigasi maupun penggunaan bahan kimia tambahan.

"Teknologi itu bisa mampu memelihara beras di gudang itu hampir mencapai dua tahun tanpa harus adanya fumigasi dan lain sebagainya," ujar Rizal.

Ia mengatakan pembangunan gudang akan dilakukan di 100 lokasi, terdiri dari 52 lokasi di lahan milik Bulog dan 48 lokasi di lahan hibah pemerintah daerah. Total kapasitas gudang baru tersebut diperkirakan mencapai sekitar 900 ribu ton.

Selain membangun gudang baru, Bulog juga berencana merenovasi gudang-gudang lama secara bertahap dengan teknologi serupa agar kualitas beras tetap terjaga selama penyimpanan.

[Gambas:Video CNN]

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google