BNI Masuki 8 Dekade, Transformasi Perkuat Kinerja dan Daya Saing

BNI | CNN Indonesia
Selasa, 30 Jun 2026 13:41 WIB
Ilustrasi. (Foto: Arsip BNI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus memperkuat transformasi yang berkelanjutan memasuki usia delapan dekade. Mengusung tema HUT ke-80 'Swadharma Bhakti Nagara', perseroan menilai langkah tersebut menjadi fondasi dalam memperkuat kinerja dan daya saing di tengah perubahan industri.

Direktur Finance & Strategy BNI, Hussein Paolo Kartadjoemena, mengatakan transformasi yang dijalankan tidak hanya berfokus pada pertumbuhan bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan menghadapi dinamika ekonomi. Upaya tersebut juga sejalan dengan penguatan tata kelola BUMN melalui Danantara Indonesia yang berorientasi pada penciptaan nilai jangka panjang.

"Transformasi yang kami jalankan tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan kinerja bisnis, tetapi juga memperkuat kemampuan perusahaan dalam menghadapi perubahan dan menangkap peluang pertumbuhan," ujarnya dalam keteramngan tertulis, Selasa (30/6).

Ia melanjutkan, penguatan fundamental diharapkan dapat memperbesar kontribusi BNI bagi nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

Transformasi dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penguatan kapabilitas digital, peningkatan produktivitas organisasi, optimalisasi jaringan layanan, hingga penguatan manajemen risiko. Strategi tersebut diarahkan untuk mendukung pertumbuhan yang lebih sehat dan berkelanjutan.

Pada segmen ritel, BNI terus mengembangkan platform digital wondr by BNI. Hingga akhir 2025, aplikasi tersebut telah digunakan lebih dari 12 juta nasabah dan turut mendorong pertumbuhan tabungan ritel serta penguatan dana murah perseroan.

Di sisi wholesale banking, BNI juga memperkuat layanan BNIdirect yang menyediakan berbagai layanan transaksi bisnis, seperti cash management, trade finance, bank guarantee, dan supply chain financing. Sepanjang 2025, jumlah pengguna dan nilai transaksi BNIdirect tumbuh lebih dari 25 persen secara tahunan, sekaligus mendukung peningkatan giro korporasi.

Transformasi tersebut turut tercermin pada kinerja keuangan perseroan sepanjang 2025. BNI membukukan laba bersih sebesar Rp20 triliun, disertai perbaikan kualitas aset dengan rasio kredit bermasalah (NPL) bruto turun menjadi 1,9 persen dan loan at risk (LaR) membaik menjadi 8,5 persen.

Kinerja positif berlanjut hingga 2026. Per akhir Mei 2026, total aset BNI mencapai Rp1.365,36 triliun, sementara dana pihak ketiga (DPK) tercatat sebesar Rp1.063,92 triliun.

Pada periode yang sama, perseroan membukukan laba bersih Rp9,05 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp160,99 triliun. Posisi tersebut mencerminkan permodalan yang tetap kuat untuk mendukung pengembangan bisnis ke depan.

"Kami meyakini bahwa perusahaan yang sehat dan bertumbuh akan mampu memberikan manfaat yang lebih besar bagi pemegang saham, mendukung agenda pembangunan nasional, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia dalam jangka panjang," tutur Paolo.

Dirinya menambahkan, fondasi bisnis yang semakin kuat menjadi modal penting bagi BNI untuk terus menciptakan nilai bagi pemegang saham, nasabah, masyarakat, dan perekonomian nasional.

BNI juga memandang kehadiran Danantara Indonesia dapat memperkuat upaya BUMN dalam menciptakan nilai jangka panjang melalui pengelolaan investasi yang lebih terintegrasi, peningkatan produktivitas, serta penguatan daya saing perusahaan.

Sejalan dengan semangat 'Terus Mengabdi untuk Terus Melayani', BNI berkomitmen akan melanjutkan agenda transformasi untuk memperkuat daya saing dan memperluas kontribusi terhadap pembangunan nasional. Perseroan optimistis langkah tersebut dapat menjaga pertumbuhan bisnis sekaligus menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi pemegang saham, masyarakat, dan negara.

(rir)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK