Sensus Ekonomi 2026, Instrumen Sulut Perkuat Fondasi Pertumbuhan

BPS | CNN Indonesia
Rabu, 01 Jul 2026 10:41 WIB
BPS
(Foto: dok BPS)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di tengah situasi global yang tak menentu, perekonomian Sulawesi Utara (Sulut) tercatat terus tumbuh dengan diiringi penurunan tingkat kemiskinan. Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) diyakini dapat menjadi instrumen yang menjaga tren pertumbuhan itu dengan data yang lengkap, akurat, dan mutakhir.

Hal itu disampaikan oleh Wakil Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) RI, Sonny Harry Budiutomo Harmadi, dalam kegiatan pencanangan SE2026 di Kantor Gubernur Sulawesi Utara pada Selasa (30/6), yang dihadiri Gubernur Yulius Selvanus, dan Wakil Gubernur Victor Mailangkay.

Di Sulut, BPS akan menerjunkan 2.401 petugas untuk mendata sekitar 297 ribu unit usaha yang tersebar di 15 kabupaten/kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi nanti Pak Gubernur akan dapat data gambaran utuh tentang ekonomi yang ada di Sulawesi Utara ini. Mulai dari laut dan darat, semuanya luar biasa. Bila dilihat dari data, pertumbuhan ekonominya Sulawesi Utara melampaui rata-rata nasional yang diiringi dengan tingkat kemiskinan yang terus menurun, mencapai 6,62 persen," ujar Sonny.

Menurut Sonny, data hasil SE2026 dapat menjadi dasar yang kuat dalam merumuskan berbagai kebijakan pembangunan ekonomi, mendorong investasi, memperkuat UMKM, mengembangkan kawasan ekonomi, serta memastikan manfaat pertumbuhan ekonomi dapat dirasakan secara merata oleh masyarakat Sulut.

"Sensus ekonomi ibarat melakukan medical check-up. Bisa saja kita merasa tubuh sehat, mungkin juga merasa kok ada yang tidak enak di badan kita, dan kita baru bisa tahu apa penyebab badan kita tidak enak," katanya.

Ia menambahkan, pelaksanaan SE2026 tidak diselenggarakan secara tiba-tiba. Sensus ini mewujudkan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik yang mengatur pelaksanaan sensus ekonomi setiap 10 tahun sekali.

Selain mendata perusahaan atau badan usaha, BPS juga mencatat aktivitas ekonomi rumah tangga secara door to door agar seluruh aktivitas ekonomi masyarakat dapat tergambarkan secara utuh.

Gubernur Sulut, Yulius Selvanus, menyatakan sepakat bahwa keberhasilan pembangunan ekonomi tidak terlepas dari ketersediaan data yang akurat dan berkualitas. Ia mengakui data statistik menjadi fondasi utama dalam menyusun kebijakan yang tepat sasaran, termasuk dalam mendorong investasi, memperkuat daya saing daerah, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

"Saya yakin BPS, dengan pengalaman saat melakukan Sensus Penduduk dan Sensus Pertanian, dan pada Sensus Ekonomi kali ini tentunya bisa tetap berjalan dengan baik. Apalagi didukung dengan tim lapangan yang mencapai dua ribu lebih," ujar Yulius.

Lebih jauh, Sonny mengajak seluruh masyarakat, pelaku usaha, pemerintah daerah, akademisi, media, serta seluruh pemangku kepentingan untuk bersama-sama menyukseskan SE2026.

"Mari bersama kita sukseskan sensus ekonomi dengan TIR. TIR itu singkatan dari Terima petugas Sensus Ekonomi 2026, Isi data dengan benar, serta Rahasia data terjaga," pungkas Sonny.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]