INA Catat Dana Kelolaan Investasi Capai Rp146,2 T per 2025
Indonesia Investment Authority (INA) mencatat pertumbuhan Asset Under Management (AUM) atau dana kelolaan investasi mencapai Rp146,2 triliun per 2025.
CEO INA Oki Ramadhana mengatakan angka tersebut tumbuh sekitar 1,9 kali dibandingkan pada 2020 atau pada tahun pertama operasional INA.
Oki merinci jumlah dana kelolaan investasi dari INA sebesar Rp110,2 triliun, sedangkan dari mitra investasi adalah Rp36 triliun.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Lima tahun INA untuk Indonesia capaian investasi dari kinerja kita, total asset under management (AUM) Rp146 triliun, tumbuh 1,9 kali dibandingkan dengan tahun pertama kita beroperasi," ujar Oki kepada wartawan dalam acara media briefing di Restoran Tamu, Jakarta Selatan, Rabu (1/7).
"Kalau kita break it down, Rp110,2 triliun itu dari INA, kemudian Rp36 triliun itu dari mitra investasi kita. Jadi all partners itu actually grown 4,5 kali dibandingkan tahun pertama kita operasional," imbuhnya.
Secara kumulatif, investasi yang berhasil disalurkan INA dan mitra adalah Rp74,5 triliun pada 2025. Rinciannya, penyaluran investasi INA sebanyak Rp33,3 triliun, sementara mitra Rp41,2 triliun.
Berdasarkan sektor, Oki menerangkan alokasi investasi mayoritas di bidang transportasi dan logistik sebesar 44 persen, lalu sektor digital dan kecerdasan buatan (AI) sebesar 29,6 persen, dan energi hijau 9,8 persen.
Selanjutnya, sektor kesehatan 9,2 persen, advanced material 5,5 persen, dan sektor potensial lainnya sebesar 1,9 persen.
"Kalau kita lihat, transportasi dan logistik ini memang masih besar, 44 persen, tapi ke depan we continue to diversify to other sector juga supaya lebih balance," terangnya.
Lebih lanjut, Oki membeberkan program hilirisasi yang dicanangkan pemerintah untuk meningkatkan ekspor barang mentah (raw material) menjadi barang jadi yang bernilai tambah (value added).
Karena itu, INA memfokuskan investasinya pada sektor manufaktur dan bernilai tambah tinggi pada 2025 untuk mendukung program tersebut.
"Di 2025 kita juga memperluas lagi fokusnya, kita tambah lagi advanced material dan manufacturing. These are very critical sector for Indonesia, for our destiny," pungkasnya.
(fln/pta) Add
as a preferred source on Google