Paripurna DPR Setujui Rancangan Awal RAPBN 2027, Ini Rinciannya

CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 12:03 WIB
DPR RI menggelar rapat paripurna ke-18 pembukaan masa sidang V 2025-2026 setelah mereka sebulan menjalani masa reses sejak 22 April lalu, Selasa (12/5).
Rapat Paripurna ke-23 Masa Persidangan V DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 resmi menyetujui hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan RAPBN 2027. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Thohirin).
Daftar Isi
Jakarta, CNN Indonesia --

Rapat Paripurna ke-23 Masa Persidangan V DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 resmi menyetujui hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027.

Adapun pembahasan RAPBN 2027 tersebut disepakati antara pemerintah dengan Badan Anggaran (Banggar) DPR.

"Ini akan menjadi pedoman dalam penyusunan Rancangan APBN 2027," ujar Ketua DPR RI Puan Maharani dalam Rapat Paripurna di Kompleks Parlemen, Jakarta Pusat, Kamis (2/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kesepakatan rancangan awal RAPBN 2027 tersebut akan dijadikan pemerintah untuk menetapkan angka usulan awal Rancangan Undang-Undang (RUU) Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) beserta Nota Keuangannya pada 16 Agustus 2026 mendatang.

Kemudian, RUU APBN 2027 akan dibahas lebih detail kembali bersama Komisi XI DPR RI sebelum ditetapkan sebagai UU pada akhir Oktober 2026.

Dalam kesepakatan awal, pemerintah dan Banggar DPR menyepakati sejumlah acuan awal dalam penyusunan RAPBN 2027, mulai dari asumsi ekonomi makro, target pembangunan, hingga postur makro fiskal.

Berikut asumsi ekonomi makro, target pembangunan, dan postur makro fiskal dalam rancangan awal RAPBN 2027 yang disepakati dalam Sidang Paripurna:

Asumsi Ekonomi Makro

1. Pertumbuhan ekonomi: 5,8-6,5 persen

2. Laju inflasi: 1,5-3,5 persen

3. Nilai tukar rupiah: Rp16.800 -17.500 per dolar AS

4. Tingkat suku bunga SBN 10 tahun: 6,5-7,3 persen

5. Harga minyak mentah: US$70-95/barel

6. Lifting minyak bumi: 605-620 ribu barel per hari

7. Lifting gas bumi: 951-990 ribu barel setara minyak

Target Pembangunan 2027

1. Tingkat kemiskinan: 6,0-6,5 persen

2. Tingkat kemiskinan ekstrem: 0 persen

3. Rasio Gini: 0,362-0,367

4. Tingkat pengangguran terbuka: 4,3-4,87 persen

5. Indeks modal manusia: 0,575

6. Indeks kesejahteraan petani: 0,8038

7. Proporsi penciptaan lapangan kerja formal: 40,81 persen

8. GNI per kapita: US$5.800-5.840

9. Indeks kualitas lingkungan hidup: 76,84

Postur Makro Fiskal

1. Pendapatan negara: 12,01-12,40 persen PDB

a. perpajakan: 10,16-10,50 persen PDB

b. PNBP: 1,85-1,89 persen PDB

c. Hibah: 0,002-0,003 persen PDB

2. Belanja negara: 13,81-14,80 persen PDB

a. Belanja pemerintah pusat: 11,26-12,01 persen PDB

b. Transfer ke daerah: 2,55-2,79 persen PDB

3. Keseimbangan primer: surplus 0,45 persen PDB sampai dengan defisit 0,14 persen PDB

4. Defisit: 1,8-2,4 persen PDB

5. Pembiayaan investasi: minus 0,50-0,90 persen PDB

6. Jumlah pinjaman terhadap PDB: 40,31-40,64 persen PDB

[Gambas:Video CNN]

(fln/sfr) Add as a preferred
source on Google