Pengamat Bongkar Sebab IHSG Naik tapi Asing Masih "Malas" Masuk

CNN Indonesia
Jumat, 03 Jul 2026 04:45 WIB
Analis mata uang sekaligus pasar keuangan DOO Financial Futures Lukman Leong
Lukman mengatakan investor global saat ini masih melihat lebih banyak peluang pertumbuhan di luar Indonesia. (FOTO:CNN Indonesia/Laurent Nabila).
Jakarta, CNN Indonesia --

Analis menilai penguatan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) beberapa waktu terakhir belum cukup mencerminkan pemulihan kepercayaan investor asing terhadap pasar modal Indonesia.

Berdasarkan data RTI Business investor asing membukukan jual bersih (net sell) sebesar Rp237,87 miliar di seluruh pasar pada penutupan perdagangan Kamis (2/7). Sementara itu, investor domestik masih mendominasi aktivitas transaksi di bursa sekitar 79,5 persen.

Analis mata uang sekaligus pasar keuangan DOO Financial Futures Lukman Leong menilai hingga saat ini investor asing masih memilih bersikap hati-hati terhadap pasar saham Indonesia. Menurutnya, kenaikan IHSG lebih banyak ditopang oleh investor domestik.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Saya kira masih terjadi tarik ulur. Asing masih malas, enggan masuk. Masih didukung oleh investor domestik saja," ujar Lukman di Kantor DOO Financial Futures, Jakarta pada Kamis (2/7).

Lukman mengatakan investor global saat ini masih melihat lebih banyak peluang pertumbuhan di luar Indonesia, terutama pada sektor teknologi seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).

Ia mencontohkan geliat investasi di perusahaan teknologi global, termasuk SpaceX, yang dinilai berhasil menarik dana dalam jumlah besar, termasuk dari investor yang sebelumnya berinvestasi di Indonesia.

[Gambas:Youtube]

"Untuk asing, banyak sekali opportunity growth seperti AI booming. SpaceX kemarin menarik beberapa dana besar, termasuk dana dari asing yang sebelumnya ada di Indonesia," kata Lukman.

Karena itu, ia memperkirakan investor asing masih akan memilih menunggu perkembangan sejumlah sentimen sebelum kembali meningkatkan eksposur ke pasar saham domestik.

"Kalau tidak ada kebijakan pemerintah ke depan, saya kira mereka paling tidak akan wait and see sampai November, menunggu pengumuman status market kita," ujar Lukman.

Pada perdagangan Kamis (2/7), IHSG berhasil ditutup gagah ke level 5.744 berkat menguat 49,43 poin atau naik 0,87 persen dari perdagangan sebelumnya.

Mengutip RTI Infokom, investor melakukan transaksi sebesar Rp11,13 triliun dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 20,50 miliar saham.

Pada penutupan kali ini sebanyak 395 saham tercatat menguat, diikuti 219 terkoreksi dan 169 diam di tempat alias stagnan.

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google