IAEI Buka Suara Soal AI dan Kemaslahatan Umat

TIM | CNN Indonesia
Kamis, 02 Jul 2026 21:38 WIB
IAEI mengayatakan pengembangan AI diharapkan tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjamin keadilan. (Foto: iStockphoto)
Jakarta, CNN Indonesia --

Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) menilai perkembangan artificial intelligence (AI) perlu direspons secara proaktif melalui tata kelola yang berlandaskan nilai-nilai Maqasid Syariah.

Tujuannya, agar mampu menghadirkan inovasi yang adil, inklusif, dan berorientasi pada kemaslahatan.

Hal itu disampaikan Sekretaris Jenderal IAEI, Sutan Emir Hidayat, dalam Symposium 2026 bertajuk Sustainability, Artificial Intelligence & Maqasid Al-Shariah in Finance: Reactive or Proactive di Menara Syariah, Rabu (1/7).

Menurutnya, tantangan utama bukan hanya memanfaatkan AI untuk meningkatkan efisiensi layanan keuangan, tetapi juga memastikan teknologi tersebut dikembangkan dengan menjunjung tinggi etika dan berkeadilan.

"Perkembangan Artificial Intelligence tidak boleh hanya dipandang sebagai revolusi teknologi, tetapi juga sebagai momentum untuk memperkuat tata kelola keuangan syariah yang berpihak pada kemaslahatan," ujarnya.

Emir menjelaskan pendekatan Maqasid Syariah menawarkan perspektif yang lebih komprehensif dibandingkan prinsip ESG karena menekankan perlindungan terhadap agama, jiwa, akal, harta, dan keturunan.

Dengan pendekatan tersebut, pengembangan AI diharapkan tidak hanya mengejar efisiensi, tetapi juga menjamin keadilan, perlindungan konsumen, inklusi, dan keberlanjutan.

(asa)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK