Persiapkan Masa Pensiun ASN Kemenag, bank bjb Gelar Edukasi Keuangan
Persiapan menghadapi masa pensiun kerap dianggap remeh, padahal kesiapan finansial dan mental sejak dini menjadi kunci agar seseorang tetap produktif setelah purnabakti. Kesadaran itu yang mendorong sejumlah lembaga keuangan mulai menggencarkan edukasi khusus bagi calon pensiunan.
Salah satu upaya tersebut ditunjukkan lewat Workshop Kewirausahaan dalam Program bjb Pra-Purnapreneurship yang digelar, Kamis (2/7). Kegiatan ini menyasar Pegawai Negeri Sipil aktif di lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang yang akan memasuki masa pensiun dalam beberapa tahun mendatang.
Workshop diselenggarakan oleh Kantor Cabang Semarang bank bjb bekerja sama dengan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang. Kolaborasi ini dirancang untuk mempersiapkan Aparatur Sipil Negara menghadapi masa pensiun secara lebih matang, baik dari sisi keuangan maupun keterampilan usaha.
"Program ini menjadi wujud kepedulian bank bjb bahwa masa pensiun bukanlah akhir dari produktivitas, melainkan awal babak kehidupan baru yang tetap dapat dijalani secara aktif, mandiri, dan sejahtera," bunyi keterangan tertulis, Jumat (3/7).
Kegiatan dibuka langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Semarang, Ta'yinul Biri Bagus Nugroho, bersama Pemimpin Kantor Cabang Semarang bank bjb, Risto Livian Surbakti. Keduanya menyampaikan bahwa program ini diharapkan memperkuat kesiapan ASN menghadapi pensiun melalui peningkatan kompetensi kewirausahaan dan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Lewat kolaborasi tersebut, peserta tidak hanya memperoleh materi teoritis soal perencanaan pensiun. Mereka juga mendapat inspirasi langsung dari pelaku usaha yang telah berhasil membangun bisnis secara berkelanjutan.
Suasana workshop tergolong hidup dan aplikatif karena turut menghadirkan pelaku usaha lokal Kabupaten Semarang, Muhammad Rizki Kurniawan dari Bangkir Farm, sebagai narasumber. Ia membagikan pengalamannya membangun usaha peternakan ayam KUB hingga bisa berkembang seperti sekarang.
Selain itu, peserta juga mendapat pembekalan dari Trainer Program bjb Pra-Purnapreneurship, Ivan Rida Pratama, mengenai pentingnya literasi dan perencanaan keuangan. Menurutnya, aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam mewujudkan kemandirian ekonomi setelah pensiun.
Pada kesempatan yang sama, diperkenalkan pula solusi pembiayaan bertajuk Kredit Pra Purna Bhakti atau KPPB. Produk ini dirancang khusus untuk membantu calon pensiunan mempersiapkan masa transisi menuju purnabakti.
KPPB terdiri atas dua varian, yakni bjb KPPB Grace Period dan bjb KPPB Manfaat Ganda. Keduanya memberikan fleksibilitas pembiayaan sesuai kebutuhan nasabah, baik untuk pengembangan usaha maupun pemenuhan kebutuhan menjelang pensiun.
Melalui Program bjb Pra-Purnapreneurship, peserta juga dibekali materi mengenai penyusunan rencana usaha dan pengelolaan risiko. Materi lain yang dibahas mencakup strategi keuangan hingga identifikasi peluang bisnis yang bisa dijalankan setelah pensiun.
Program ini sekaligus menegaskan pemahaman bahwa masa pensiun yang sejahtera berawal dari perencanaan matang. Kemampuan mengelola keuangan serta menciptakan sumber pendapatan berkelanjutan disebut menjadi penentu utama kualitas hidup di masa purnabakti.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi menghadirkan layanan perbankan yang tidak hanya berorientasi pada bisnis semata. Nilai tambah turut diberikan melalui pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya calon pensiunan.
Dengan dukungan edukasi, literasi keuangan, inspirasi kewirausahaan, serta solusi pembiayaan yang tepat, semakin banyak calon pensiunan diharapkan mampu menjalani masa purnabakti dengan percaya diri. Kondisi keuangan yang sehat turut menjadi target dari rangkaian program ini.
Program bjb Pra-Purnapreneurship menjadi salah satu upaya mendorong lahirnya pensiunan yang mandiri, kreatif, dan berdaya saing. Harapannya, para pensiunan bisa menikmati masa purnabakti dengan lebih tenang, bahagia, dan sejahtera.
"Ke depan, bank bjb akan terus menghadirkan layanan perbankan yang berorientasi pada pemberdayaan, keberlanjutan ekonomi, dan peningkatan kesejahteraan nasabah di setiap fase kehidupan, termasuk dalam mempersiapkan masa pensiun yang lebih produktif dan berkualitas," pungkas rilis resmi.
Informasi lebih lanjut dapat diperoleh melalui situs resmi, kanal media sosial resmi, maupun layanan bjb Call di nomor 14049. Bank ini berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan serta Bank Indonesia, dan merupakan peserta penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan.
(rir)