Tabungan Biasa vs Tabungan Berjangka: Mana yang Lebih Cocok Saat Ini?
Menabung masih menjadi salah satu cara paling sederhana untuk menjaga kesehatan keuangan. Namun, banyak orang masih bingung memilih antara tabungan biasa atau tabungan berjangka, terutama di tengah kondisi ekonomi yang membuat masyarakat semakin berhati-hati mengelola uang.
Meski sama-sama berfungsi menyimpan dana, kedua produk tersebut memiliki tujuan, karakteristik, hingga keunggulan yang berbeda.
Perencana keuangan menyarankan masyarakat memilih produk sesuai kondisi finansial dan tujuan keuangannya, bukan semata-mata karena iming-iming bunga yang lebih tinggi.
1. Pilih tabungan biasa jika dana darurat belum terkumpul
Perencana Keuangan Advisors Alliance Group Indonesia Dandy menyarankan masyarakat memprioritaskan tabungan biasa apabila belum memiliki dana darurat.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN Strategi Pilih Reksa Dana dan Obligasi saat BI Rate Terus Naik |
Menurutnya, dana darurat idealnya mencapai minimal tiga kali pengeluaran bulanan sebelum mulai mengunci dana dalam tabungan berjangka.
"Bisa ambil tabungan berjangka kalau dana darurat sudah terkumpul tiga bulan pengeluaran bulanan. Kalau belum, saran saya tabungan biasa dulu sampai dana darurat terkumpul," ujar Dandy.
2. Tabungan berjangka cocok untuk yang sulit disiplin menabung
Tabungan berjangka umumnya memiliki fitur autodebet setiap bulan sehingga membantu nasabah menyisihkan uang secara otomatis. Karena itu, produk ini dinilai cocok bagi orang yang kesulitan menjaga konsistensi menabung.
"Ambil tabungan berjangka kalau memang sulit sekali untuk nabung dan mau konsisten belajar nabung. Sebaiknya tidak lebih dari tiga tahun karena saya yakin kebiasaan menabung sudah mulai terbentuk," ujar Dandy.
Lihat Juga : |
3. Pertimbangkan biaya peluang sebelum memilih
Dandy mengingatkan masyarakat juga perlu memperhitungkan potensi keuntungan (opportunity cost) yang hilang ketika dana hanya ditempatkan di tabungan berjangka.
Pasalnya, bunga tabungan berjangka dinilai masih relatif rendah, kecuali pada beberapa bank digital yang menawarkan imbal hasil lebih menarik.
"Menurut saya sayang saja ada opportunity cost yang terlewat kalau di tabungan berjangka. Opsi lain bisa ke reksa dana pasar uang yang juga bisa autodebet setiap bulan," terangnya.
Lihat Juga :EDUKASI KEUANGAN 7 Cara Kelola Uang saat Suku Bunga Naik dan Rupiah Melemah |
4. Bunga tabungan berjangka memang lebih tinggi, tetapi tetap terbatas
Perencana Keuangan OneShildt Consulting Budi Rahardjo mengatakan tabungan berjangka biasanya menawarkan bunga lebih tinggi dibanding tabungan biasa.
Namun, selisih bunga tersebut muncul karena dana tidak bisa diambil sewaktu-waktu seperti rekening tabungan harian.
"Biasanya tabungan berjangka memberikan tingkat bunga lebih tinggi daripada tabungan biasa karena fungsinya memang berbeda," kata Budi.
5. Tabungan biasa lebih cocok untuk transaksi harian
Menurut Budi, fungsi utama tabungan biasa bukan mengejar keuntungan bunga, melainkan memberikan kemudahan dalam aktivitas keuangan sehari-hari. Fitur seperti transfer, pembayaran, autodebet, hingga transaksi digital menjadi nilai utama rekening tabungan biasa.
"Rekening tabungan biasanya digunakan sebagai rekening penampung dan rekening transaksi sehari-hari. Tingkat bunganya memang sangat kecil," jelasnya.
6. Tabungan berjangka pas untuk target keuangan 1-5 tahun
Tabungan berjangka dinilai lebih sesuai bagi masyarakat yang sedang menyiapkan tujuan keuangan tertentu dalam jangka menengah.
Misalnya untuk biaya pendidikan, uang muka rumah, hingga dana darurat yang tidak ingin mudah digunakan.
"Tabungan berjangka biasanya lebih untuk tujuan di atas satu tahun tetapi tidak lebih dari lima tahun ke depan," pungkas Budi.
(sfr)