Petani Merauke Mengeluh Solar Kurang, Amran Langsung Telepon Pertamina

CNN Indonesia
Sabtu, 04 Jul 2026 16:40 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman menanggapi keluhan petani Merauke tentang pasokan solar. Ia berkoordinasi dengan Pertamina untuk menambah kuota solar bagi petani. (Foto: CNN Indonesia/Dela Naufalia)
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman langsung menghubungi PT Pertamina (Persero) setelah menerima keluhan petani di Merauke, Papua Selatan terkait keterbatasan pasokan solar untuk mendukung aktivitas pertanian.

Keluhan itu disampaikan saat Amran meninjau program cetak sawah rakyat (CSR) di Distrik Semangga, Merauke, Papua Selatan.

"Dirjen [PSP] tolong ditelepon sekarang ke Pertamina, cari nomor teleponnya, telepon," kata Amran di hadapan petani dan jajarannya, Sabtu (4/7).

Keluhan tersebut disampaikan seorang petani yang kini memanfaatkan drone untuk kegiatan pertanian. Ia berharap pasokan solar bagi petani dapat dipermudah karena kebutuhan bahan bakar untuk mengoperasikan alat dan mesin pertanian terus meningkat.

"[Kami minta] POM solar buat petani. POM bensin solar buat petani, SPBU," ujar petani tersebut.

Menanggapi permintaan itu, Amran terlebih dahulu menanyakan penyebab sulitnya petani memperoleh solar. Ia kemudian meminta Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) segera berkoordinasi dengan Pertamina.

Menurut Amran, meningkatnya kebutuhan solar justru menjadi tanda bahwa aktivitas pertanian di Merauke semakin berkembang.

"Saya bahagia karena bapak [petani) kesulitan solar, artinya bapak ini mau kerja keras. Kalau dulu dikirim solar tidak dipakai, sekarang kekurangan solar saya bangga dengan kekurangan itu, berarti bapak mau kerja keras," ujarnya.

Usai acara, Amran memastikan pihaknya telah berkomunikasi langsung dengan Pertamina untuk menindaklanjuti kebutuhan tersebut. Hasilnya, perusahaan pelat merah itu disebut telah menyetujui penambahan kuota solar bagi petani.

"Kami langsung sudah telepon tadi. Justru [para petani] kekurangan solar, minta tambah solar. Dan kami bahagia karena kekurangan solar. Artinya kerja keras kan. Nah kami telepon langsung Pertamina, mereka sudah setuju untuk menambah kuotanya. Jadi tidak ada masalah," kata Amran kepada wartawan.

Ia menambahkan koordinasi Kementerian Pertanian dengan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) serta Pertamina berjalan baik sehingga penambahan kuota solar diharapkan dapat segera direalisasikan.

"Koordinasi kami dengan Menteri ESDM Pak Bahlil [Lahadalia], Dirut Pertamina [Simon Aloysius Mantiri] sangat baik," ujarnya.

Kebutuhan solar di Merauke meningkat seiring penggunaan alat dan mesin pertanian dalam program cetak sawah, mulai dari traktor, pompa air, combine harvester, hingga drone pertanian.

Adapun hingga saat ini pemerintah belum memiliki SPBU yang dikhususkan bagi petani. Kebutuhan bahan bakar untuk sektor pertanian dipenuhi melalui penyaluran solar subsidi yang didistribusikan Pertamina melalui jaringan SPBU dan lembaga penyalur resmi.

(del/dmi)


Saksikan Video di Bawah Ini:

VIDEO: Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi

KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK