Kolaborasi YASOP dan Artha Graha Peduli Bangun Karakter Generasi Muda

Artha Graha | CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 09:51 WIB
Foto: Arsip Artha Graha
Jakarta, CNN Indonesia --

Program YASOP Peduli 2026 kembali digelar sebagai bentuk kolaborasi Yayasan Tunas Bangsa Soposurung (YASOP), Artha Graha Peduli (AGP), dan Persatuan Alumni Yasop (Paryasop).

Mengusung tema "Dari Hati untuk Sesama", program ini memadukan kegiatan sosial dengan pendidikan karakter melalui keterlibatan langsung para siswa dalam melayani masyarakat.

Sebanyak 360 siswa Asrama Yasop menyalurkan ratusan paket sembako kepada warga di Hinalang, Sangkar Ni Huta, Pagar Batu, dan Kota Balige, Kabupaten Toba, pada Minggu (5/7). Bantuan berisi kebutuhan pokok, seperti beras, gula, minyak goreng, mi instan, dan sejumlah bahan pangan lainnya.

Berbeda dari kegiatan bakti sosial pada umumnya, seluruh bantuan disalurkan secara door-to-door oleh para siswa. Kegiatan tersebut dirancang sebagai bagian dari proses pembentukan karakter, kepemimpinan, kepedulian sosial, semangat gotong royong, serta pengabdian kepada masyarakat.

Foto: Arsip Artha Graha

Pemerintah Kabupaten Toba turut mendukung pelaksanaan program tersebut. Bupati Toba Effendi P. Napitupulu menilai, YASOP Peduli tidak hanya memberikan manfaat bagi masyarakat penerima bantuan, tetapi juga menjadi media pembelajaran yang membentuk karakter generasi muda.

"Pemerintah Kabupaten Toba mendukung YASOP Peduli karena tidak hanya membantu masyarakat, tetapi juga membentuk karakter generasi muda. Program ini menjadi ruang belajar nyata bagi siswa Asrama Yasop untuk mengembangkan kepedulian dan kemampuan berinteraksi langsung dengan masyarakat," ujar Effendi dalam keterangan tertulis, Minggu (5/7).

Untuk memastikan bantuan diterima oleh warga yang berhak, panitia melakukan pendataan dan verifikasi bersama aparat desa menggunakan aplikasi survei digital. Proses tersebut mencakup penilaian berdasarkan sejumlah kriteria, dokumentasi kondisi rumah, hingga pencatatan titik koordinat (GPS).

Skema itu diterapkan agar penyaluran bantuan berlangsung tepat sasaran, transparan, dan akuntabel. Distribusi bantuan juga melibatkan transportasi lokal sebagai bagian dari upaya memberdayakan masyarakat di Balige.

Ketua Dewan Pembina Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Luthfi Mangaratua Krida Silalahi, mengatakan YASOP Peduli merupakan implementasi pendidikan karakter yang diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

"YASOP Peduli 2026 merupakan wujud nyata filosofi Yayasan Tunas Bangsa Soposurung: Character First, Competence Second. Kami percaya bahwa karakter adalah fondasi utama dalam membentuk pemimpin yang mampu memberi makna bagi sesama," kata Luthfi.

"Karena itu, bersama Artha Graha Peduli, kami ingin menumbuhkan generasi Tunas Bangsa yang berintegritas, berempati, dan memiliki semangat melayani. Dari karakter yang kuat, kompetensi akan tumbuh dan menjadi kekuatan untuk berkarya serta mengabdi bagi bangsa," ujar Luthfi.

Senada, perwakilan Artha Graha Peduli, Husin, menegaskan bahwa kolaborasi antarlembaga menjadi faktor penting dalam menciptakan manfaat sosial yang berkelanjutan.

"Bagi Artha Graha Peduli, kegiatan sosial bukan sekadar menyalurkan bantuan, tetapi juga menanamkan nilai kepedulian. Melalui kolaborasi dalam YASOP Peduli 2026, kami berharap manfaat dapat dirasakan masyarakat sekaligus menjadi pembelajaran bagi generasi muda untuk peduli, melayani, dan mengabdi kepada sesama," ujar Husin.

YASOP Peduli merupakan hasil sinergi antara Yayasan Tunas Bangsa Soposurung, Artha Graha Peduli, dan Paryasop. Dalam pelaksanaannya, Artha Graha Peduli juga menggandeng sejumlah entitas di bawah Artha Graha Network, di antaranya Pasifik Agro Sentosa (PAS), Electronic City Indonesia (ECI), Bank Artha Graha Internasional (BAGI), serta berbagai mitra lainnya.

Kolaborasi ini menegaskan bahwa kepedulian lahir dari sinergi, bukan dari kerja sendiri, serta menjadi wujud nyata komitmen untuk melayani masyarakat dengan hati.

Melalui YASOP Peduli, para siswa tidak hanya menyerahkan bantuan kepada masyarakat, tetapi juga belajar memahami kehidupan secara langsung. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari proses pembentukan karakter kepemimpinan yang berlandaskan empati, kepedulian, gotong royong, serta semangat pengabdian kepada sesama.

(inh)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK