Buruh Respons soal Kabar PHK Karyawan Tiktok-Tokopedia

CNN Indonesia
Senin, 06 Jul 2026 12:59 WIB
Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) merespons soal kabar PHK massal yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo). (FOTO:CNN Indonesia/Muhammad Falah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Koalisi Serikat Pekerja bersama Partai Buruh (KSP-PB) merespons soal kabar pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang dilakukan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo).

Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) sekaligus Ketua Partai Buruh Said Iqbal mengungkapkan pihaknya akan mendatangi kantor GoTo untuk meminta penjelasan sekaligus memastikan hak-hak karyawan yang terkena PHK, termasuk gaji dan pesangon.

"Besok jam 10 pagi, saya mau datang ke kantor manajemennya, kalau enggak dibukain pintu, ya saya berdiri aja di depan pintu TikTok. Pusing-pusing amat, yang penting negara harus hadir. Kenapa TikTok mem-PHK karyawan Tokopedia setelah mengakuisisi?" ungkap Said usai konferensi pers di Hotel Mega Proklamasi, Jakarta Pusat, Senin (6/7).

Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh itu pun ingin mendalami alasan pihak manajemen melakukan PHK padahal telah mendapatkan suntikan dana dari anak usaha ByteDance, Tiktok hingga menguasai saham sebesar 75,01 persen.

"Nah kita mau lihat hubungan kerja antara Tokopedia yang mendapat valuasi suntikan dari TikTok, perusahaan raksasa dunia ini, kemana uangnya? Apakah karyawan yang di PHK 1.250 orang ini dapat nggak hak-haknya?" kata Said.

"KSP-PB berpendapat TikTok harus membayar hak-hak karyawan daripada Tokopedia. Karena Tokopedia sudah diakuisisi oleh TikTok.

Sebelumnya, PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) angkat suara soal pemutusan hubungan kerja (PHK) massal yang terjadi pada unit bisnis mereka, Tokopedia.

PHK itu dilakukan menyusul akuisisi yang dilakukan Tiktok sebagai pemilik saham mayoritas Tokopedia. PHK disebut-sebut dilakukan terhadap 90 persen karyawan.

"Perseroan sebagai pemegang saham sebesar 24,99% di PT Tokopedia, menghormati setiap langkah-langkah yang diambil atau akan diambil oleh manajemen PT Tokopedia sehubungan dengan rencana penyesuaian organisasi," ujar Direktur GOTO, Simon Tak Leung Ho seperti dikutip dari detik, Minggu (5/7).

GoTo saat ini hanya memegang saham minoritas sebesar 24,99 persen di PT Tokopedia. Posisi ini menjadikan GoTo sebagai pemegang saham non-pengendali setelah mereka mendivestasikan kepemilikannya pasca integrasi bisnis Tokopedia dengan TikTok Shop.

Dengan begitu, keputusan PHK karyawan Tokopedia masih sepenuhnya dilakukan oleh manajemen e-commerce tersebut.

GoTo meyakini PHK tak akan berdampak besar terhadap perseroan. Menurut GoTo, dampak PHK hanya bersifat terbatas pada akun laba/rugi bersih di entitas asosiasi dan ventura bersama.

Hal itu dibenarkan Tokopedia yang menegaskan PHK tak memiliki dampak terhadap laba/rugi perusahaan. PHK juga tak berdampak pada biaya layanan e-commerce yang diterima Perseroan dari Tokopedia.

"Terkait dengan aspek non-keuangan, Perseroan juga tidak memperkirakan adanya dampak material sehubungan dengan berita yang beredar tersebut," kata Simon.

Kabar PHK Tokopedia sebelumnya diunggah akun Instagram @ecommurz. Unggahan itu menyebut ByteDance, induk usaha TikTok, melakukan PHK di Tokopedia dan hanya akan menyisakan sekitar 10 persen karyawan di awal Juli 2026 ini.

TikTok menjelaskan pihaknya tengah melakukan penyesuaian organisasi riset dan pengembangan untuk mendorong pertumbuhan dan keberlanjutan bisnis perusahaan.

"Kami tengah menyelaraskan organisasi riset dan pengembangan pada ranah yang dapat mendorong pertumbuhan jangka panjang yang berkelanjutan bagi bisnis kami, komunitas kreator, dan penjual di platform kami," kata Juru Bicara TikTok.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK