IHSG Meradang ke 5.905 Pagi Ini, 239 Saham Merah

CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 09:29 WIB
Pada pembukaan (7/7), sebanyak 239 saham menguat, 239 melemah, dan 223 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.366,24 triliun. (FOTO:ANTARA/ASPRILLA DWI ADHA).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka melemah pada perdagangan Selasa (7/7). Indeks saham turun 11,03 poin atau 0,19 persen ke level 5.905

Berdasarkan data RTI Business pukul 09.10 WIB, IHSG sempat dibuka menguat di 5.933 dan bergerak fluktuatif dengan level terendah 5.898 dan tertinggi 5.943.

Pada pembukaan, sebanyak 239 saham menguat, 239 melemah, dan 223 stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp10.366,24 triliun.

Volume perdagangan mencapai 2,1 miliar saham dengan nilai transaksi Rp1,07 triliun dan frekuensi transaksi sebanyak 171.568 kali.

Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan IHSG masih rawan melanjutkan koreksi pada perdagangan hari ini, meski peluang pembalikan arah tetap terbuka.

"Kami memperkirakan IHSG berpotensi terkoreksi ke kisaran 5.472-5.540. Namun, tetap cermati skenario alternatif yang mengindikasikan awal fase penguatan," ujar Herditya dalam riset hariannya.

Dengan sentimen tersebut, Herditya memproyeksikan IHSG bergerak di rentang support 5.486, 5.317 dan resistance 6.007, 6.286 hari ini. Ia pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni BBRI, MDKA, TINS, dan XCEG.

Sementara itu, Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova memperkirakan indeks saham masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan hari ini seiring tren naik yang masih terjaga.

"IHSG berpotensi menguji target kenaikan di level 5.985. Sementara itu, level 5.739 menjadi support yang perlu dicermati," ujar Ivan.

Dia pun memprediksi IHSG bergerak di level support 5.739, 5.607, 5.472, dan 5.314 dan resistance 5.983, 6.083, 6.256, 6.545, dan 6.835 hari ini. Ivan pun merekomendasikan sejumlah saham, yakni ADRO, BBNI, CPIN, EMTK, dan ICBP.

(fln/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK