Pegadaian Akselerasi Ekosistem Bank Emas Nasional, Siap 'Go Global'

Pegadaian | CNN Indonesia
Selasa, 07 Jul 2026 12:42 WIB
(Foto: dok Pegadaian)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Pegadaian (Persero) memperkokoh posisi sebagai motor utama penggerak ekosistem emas nasional yang inovatif dan berkelanjutan dengan catatan total kelolaan emas perusahaan mencapai 153,72 ton pada periode Mei 2026.

Capaian ini tidak lepas dari konsistensi Pegadaian yang secara agresif terus mengedukasi dan membangun literasi investasi emas secara nasional, guna mengubah paradigma masyarakat agar memahami emas sebagai aset investasi produktif yang likuid, bukan simpanan tradisional.

Di bawah naungan Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Pegadaian menjadi pelopor dan satu-satunya Bank Emas di Indonesia yang memiliki ekosistem hulu-ke-hilir paling terintegrasi, lengkap dengan ruang penyimpanan vault berstandar internasional, hingga pabrik pengolahan dan retail emas melalui anak usahanya, Galeri 24.

Hal ini menjadi kontribusi Pegadaian dalam mendukung agenda hilirisasi komoditas dalam program Asta Cita. Melalui pengembangan ekosistem bulion nasional, Pegadaian memastikan komoditas emas Indonesia bertransformasi menjadi produk bernilai yang mampu menggerakkan roda perekonomian domestik secara masif dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk Pegadaian, Selfie Dewiyanti menyatakan, pihaknya terus berupaya memberikan produk terbaik dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

"Untuk itu kami menyediakan produk berbasis emas yang komprehensif, mulai dari Deposito Emas, Titipan Emas Korporasi, Pinjaman Modal Kerja Emas, hingga perdagangan emas. Kami juga menyediakan opsi investasi emas seperti cicil emas dan menabung emas yang dapat diakses langsung melalui aplikasi Tring!," kata Selfie.

Pada kuartal 1 tahun 2026, Pegadaian menorehkan kinerja positif hingga periode 30 April 2026. Melalui strategi bisnis yang adaptif dan ekspansi ekosistem emas yang agresif, Pegadaian mencetak laba bersih sebesar Rp4,38 triliun, tumbuh 87,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar Rp2,34 triliun.

Akselerasi performa gemilang ini juga tercermin dari realisasi total aset yang kini mencapai Rp183,8 triliun, meningkat 56 persen dari tahun lalu sebesar Rp117,8 triliun. Pertumbuhan aset ini ditopang oleh pencapaian Outstanding Loan (OSL) gross yang melesat ke angka Rp153,6 triliun, naik 58,8 persen dari capaian tahun sebelumnya senilai Rp96,7 triliun.

"Tidak mudah untuk menjaga konsistensi pertumbuhan selama satu seperempat abad tanpa adanya loyalitas dan kepercayaan yang besar dari nasabah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia yang terus menjadikan Pegadaian sebagai mitra finansial utama. Pencapaian ini juga merupakan buah dari dedikasi dan kerja keras seluruh Insan Pegadaian," ujar Direktur Utama Pegadaian, Damar Latri Setiawan.

Merambah kancah global, Pegadaian memperkuat struktur permodalan dan mendapatkan kepercayaan pasar internasional melalui penerimaan fasilitas pendanaan (funding) strategis dari perbankan Jepang, Sumitomo Mitsui Banking Corporation (SMBC).

Sementara dalam menjawab tren investasi modern, dikembangkan produk Exchange-Traded Fund (ETF) Emas yang memberikan fleksibilitas bagi para investor dalam bertransaksi emas di bursa secara likuid dan transparan, mendorong ekspansi jaringan outlet. Saat ini, Pegadaian telah memperluas jangkauan operasional fisik dengan membuka kantor cabang luar negeri pertama di Timor Leste.

Bersama Danantara, Pegadaian bersiap memasuki era baru sebagai aset investasi strategis negara yang sehat secara finansial, berdampak nyata bagi kedaulatan ekonomi nasional, serta berdaya saing kompetitif di pasar regional maupun global.

(rea/rir)


KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK