BREAKING NEWS

Rupiah Jebol Lagi ke Rp18 Ribu Siang Ini

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 12:09 WIB
Pengunjung menghitung uang rupiah di tempat penukaran uang di kawasan Cikini, Jakarta, Selasa, 10 Maret 2015. Nilai tukar rupiah dalam transaksi antarbank di Jakarta pada Selasa (10 /03/2015) pagi turun lima poin dari posisi terakhir kemarin ke level
Nilai tukar rupiah kembali menembus level Rp18 ribu siang ini. Kurs rupiah berada di level Rp18.011 per dolar AS usai melemah 0,17 persen. (Foto: Safir Makki)
Jakarta, CNN Indonesia --

Nilai tukar rupiah bertengger di Rp18.011 per dolar AS pada Rabu (8/7) siang. Per 11.35 WIB, mata uang Garuda melemah 31 poin atau minus 0,17 persen dari perdagangan sebelumnya.

Senada, mata uang di kawasan Asia terpantau dominan melemah. Tercatat, peso Filipina melemah 0,20 persen, dolar Singapura minus 0,02 persen, yuan China turun 0,02 persen, dan yen Jepang melemah 0,18 persen.

Kemudian rupee India minus 0,14 persen, baht Thailand turun 0,16 persen, ringgit Malaysia melemah 0,15 persen, dan dolar Hong Kong minus 0,01 persen.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Hanya won Korea Selatan yang menguat 0,34 persen.

Di sisi lain, mayoritas mata uang di negara maju terpantau menguat. Dolar Australia menguat 0,19 persen, euro Eropa plus 0,02 persen, dan dolar Kanada naik 0,04 persen.

Sedangkan, poundsterling Inggris melemah 0,05 persen dan franc Swiss minus 0,02 persen.

Nilai tukar rupiah sempat menembus level psikologis Rp18 ribu per dolar AS pada perdagangan Senin (6/7). Berdasarkan data Bloomberg, rupiah sempat menyentuh Rp18.009 per dolar AS pada pukul 14.12 WIB sebelum akhirnya ditutup di level Rp17.995 per dolar AS, melemah 32 poin atau 0,18 persen dibandingkan penutupan sebelumnya.

Sehari berselang, Selasa (7/7), rupiah berhasil menguat tipis 15 poin atau 0,08 persen ke level Rp17.980 per dolar AS pada penutupan perdagangan.

Menanggapi pergerakan tersebut, Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi Bank Indonesia (BI) Ramdan Denny Prakoso menilai kinerja rupiah masih relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang negara berkembang lainnya.

Mengacu pada data Bloomberg periode 17 Juni hingga 6 Juli 2026, ia menyebut rubel Rusia melemah 5,5 persen, peso Chile sekitar 4 persen, baht Thailand 2,3 persen, sementara rupiah melemah 1,4 persen.

Adapun won Korea Selatan turun 1 persen, peso Filipina sekitar 1 persen, rupee India 0,7 persen, dan yuan China 0,5 persen.

Denny menegaskan BI akan terus mengoptimalkan berbagai langkah stabilisasi untuk menjaga nilai tukar rupiah tetap terkendali. Menurutnya, bank sentral akan 'all out' menjaga stabilitas rupiah dengan kecenderungan tetap menguat.

[Gambas:Youtube]

(del/pta) Add as a preferred
source on Google