KAI Siapkan Gambir Jadi Gerbang Utama KA Jarak Jauh di Jakarta

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 04:45 WIB
Belasan ribu orang tiba di Stasiun Gambir, Jakarta Pusat hari ini, Jumat (6/5). Pemerintah dan pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyebut hari ini adalah puncak arus mudik lebaran 2022.
KAI menyiapkan Stasiun Gambir sebagai pintu utama KA jarak jauh, serta lifestyle hub yang terintegrasi dengan Monas dan transportasi publik. (Foto: CNN Indonesia/Yulia Adiningsih)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Kereta Api Indonesia (KAI) menyiapkan Stasiun Gambir sebagai pintu utama layanan kereta api (KA) jarak jauh di pusat Jakarta.

Tak hanya berfungsi sebagai stasiun, kawasan Gambir juga akan dikembangkan menjadi modern station and lifestyle hub yang terintegrasi dengan kawasan Monumen Nasional (Monas) dan moda transportasi publik.

Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan pengembangan Stasiun Gambir dilakukan secara bertahap sebagai bagian dari penataan transportasi publik di ibu kota.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurutnya, Gambir tidak diposisikan untuk menggantikan peran Stasiun Manggarai, melainkan memiliki fungsi yang berbeda dalam sistem transportasi Jabodetabek.

"Gambir tidak kami benturkan dengan Manggarai. Manggarai tetap menjadi pusat perpindahan antarlintas, sementara Gambir kami siapkan sebagai pintu KA Jarak Jauh di pusat kota, akses ke kawasan Monas, dan bagian dari integrasi transportasi publik Jakarta," ujar Bobby dalam keterangan resmi, Rabu (8/7).

Bobby menjelaskan lokasi Stasiun Gambir yang berada di jantung Jakarta, berdekatan dengan kawasan pemerintahan, perkantoran, hotel, serta Monas, menjadi alasan stasiun tersebut disiapkan sebagai gerbang utama perjalanan kereta jarak jauh menuju pusat kota.

Karena itu, pengembangannya tidak hanya berfokus pada operasional kereta, tetapi juga pengalaman pelanggan sejak tiba di stasiun, menunggu keberangkatan, berpindah moda transportasi, hingga melanjutkan aktivitas di kawasan sekitar.

Menurut Bobby, konsep pengembangan Stasiun Gambir mengusung tiga pilar utama, yakni mobility, culture, dan lifestyle. Mobilitas tetap menjadi fungsi utama stasiun, kemudian diperkuat dengan ruang budaya, area komersial, layanan pelanggan, dan ruang publik yang terintegrasi dengan kawasan Medan Merdeka.

Dalam kajian pengembangan KAI, Stasiun Gambir akan dilengkapi dengan koneksi menuju TransJakarta, MRT, jalur pedestrian, hingga kawasan Monas.

Selain itu, kawasan stasiun juga dirancang memiliki area ritel, kuliner, lounge, hotel, ruang pertemuan, rooftop park, serta fasilitas publik lainnya.

Di dalam desain tersebut juga disiapkan ruang bagi layanan Commuter Line di masa mendatang melalui peron KRL, concourse khusus, serta intermoda hub di area lower ground yang menghubungkan berbagai moda transportasi.

"Stasiun yang baik itu membuat pelanggan mudah. Mereka tahu masuk dari mana, menunggu di mana, berpindah moda ke mana, dan melanjutkan perjalanan lewat akses apa. Itu yang sedang kami tata di Gambir," kata Bobby.

Ia menambahkan pengembangan Stasiun Gambir juga menjadi bagian dari penataan kawasan Monas sebagai ruang publik nasional.

"Monas adalah ruang publik yang sangat penting bagi masyarakat. Gambir berada tepat di dekat kawasan itu. Maka Gambir harus menjadi teras yang baik bagi orang yang datang, berangkat, berpindah moda, dan menikmati pusat Jakarta," ujarnya.

Selain meningkatkan layanan, KAI juga ingin mengoptimalkan pemanfaatan aset stasiun melalui pengembangan bisnis di luar penjualan tiket atau non-farebox revenue.

Saat ini sekitar 96 persen pendapatan KAI masih berasal dari layanan kereta api, sedangkan kontribusi pendapatan non-tiket baru sekitar 4 persen.

"Operasi tetap menjadi inti, tetapi aset stasiun juga harus bekerja lebih produktif agar manfaatnya kembali kepada layanan dan masyarakat," kata Bobby.

Ia mengatakan banyak aset KAI yang masih belum dimanfaatkan secara optimal. Karena itu, pengembangan kawasan seperti Gambir diarahkan tidak hanya meningkatkan kualitas layanan transportasi, tetapi juga menghadirkan ruang komersial dan aktivitas ekonomi baru di pusat Jakarta.

Saat ini Stasiun Gambir telah memiliki 132 titik komersial yang terdiri atas area kuliner, kedai kopi, minimarket, toko ritel, lounge, hotel transit, ATM, hingga layanan pendukung perjalanan.

Ke depan, KAI memperkirakan pengembangan kawasan tersebut dapat membuka ratusan unit usaha baru serta menciptakan sekitar 500 hingga 1.000 lapangan kerja langsung dan pendukung, bergantung pada desain akhir dan tahapan pembangunan.

[Gambas:Youtube]

(del/pta) Add as a preferred
source on Google