PODCAST MONEY HONEY

Wamenaker Dorong Gen Z Wirausaha: Jangan Hanya Bergantung Lowongan

CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 20:33 WIB
Wakil Menteri Ketenagakerjaan Afriansyah Noor  saat mengisi Podcast Money Honey, CNN Indonesia. Jakarta.
Wamenaker Afriansyah Noor mendorong generasi muda untuk mulai membangun usaha sendiri dan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan yang tersedia. (CNN Indonesia/ Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda, khususnya Generasi Z (Gen Z), untuk mulai membangun usaha sendiri dan tidak hanya bergantung pada lowongan pekerjaan yang tersedia.

Menurutnya, langkah tersebut dapat menjadi salah satu solusi untuk memperluas lapangan kerja di tengah tingginya jumlah angkatan kerja baru setiap tahun.

Afriansyah mengatakan pemerintah terus berupaya membuka peluang kerja melalui berbagai program, salah satunya Magang Hub. Namun, ia menilai perubahan pola pikir juga diperlukan agar lulusan baru berani menjadi pelaku usaha.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Jadi memang salah satu mindset yang saya mau coba bangun adalah ketika anak-anak ini selesai, mereka juga harus punya cara atau punya prinsip membuka usaha kecil," ujar Afriansyah dalam podcast Money Honey CNN Indonesia, Selasa (7/7).

Ia menilai sebagian anak muda memiliki kesempatan untuk memulai usaha, terutama bagi mereka yang memperoleh dukungan modal dari keluarga. Menurutnya, usaha kecil yang dibangun tersebut juga berpotensi membuka lapangan kerja bagi orang lain.

"Kalau zaman saya dulu, pokoknya tamat SMA minimal harus PNS. Sekarang kita ubah mindset-nya. Bagaimana kalau kita tamat sekolah menjadi entrepreneur yang betul-betul bisa membantu dirinya, mungkin bisa merekrut satu sampai tiga orang karyawan," katanya.

Meski demikian, Afriansyah mengakui tidak semua lulusan memiliki kemampuan finansial untuk langsung membangun usaha. Karena itu, pemerintah tetap berupaya memperluas kesempatan kerja melalui sektor industri.

Ia mengatakan pemerintah juga mendorong masuknya investasi, terutama pada industri padat karya, agar mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja.

"Kalau memang ada investor yang ingin membangun industri padat karya, bangunlah di daerah Jawa, khususnya Jawa Tengah," ujarnya.

Menurut Afriansyah, industri padat karya seperti sektor alas kaki masih memiliki prospek ekspor yang baik dan mampu menyerap ribuan pekerja dalam satu pabrik.

Di sisi lain, ia menegaskan kondisi ekonomi global yang masih menantang membuat seluruh pemangku kepentingan perlu berkolaborasi menjaga iklim usaha agar penciptaan lapangan kerja tetap berjalan.

"Dalam kondisi global yang luar biasa ini, seluruh pemangku kepentingan harus bersatu. Pengusaha, serikat pekerja, dan pemerintah harus menyatu membuat situasi kondusif agar peluang kerja tetap terbuka," ujar Afriansyah.

[Gambas:Youtube]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google