InJourney Sambut Kolaborasi Indonesia-India Konservasi Candi Prambanan

InJourney | CNN Indonesia
Rabu, 08 Jul 2026 21:20 WIB
InJourney
Foto: Arsip InJourney
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney menyambut baik kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah India dalam program konservasi dan restorasi Candi Prambanan.

Kerja sama tersebut dinilai menjadi tonggak penting dalam memperkuat diplomasi budaya sekaligus menjaga kelestarian salah satu situs warisan dunia.

Momentum kolaborasi itu ditandai dengan kunjungan Presiden RI Prabowo Subianto bersama Perdana Menteri India Narendra Modi ke Kompleks Candi Prambanan, Rabu (8/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kunjungan kedua pemimpin negara tersebut menjadi simbol eratnya hubungan Indonesia dan India yang telah terjalin selama berabad-abad.

Dalam kesempatan itu, Modi menyebut Candi Prambanan sebagai representasi warisan budaya bersama yang menghubungkan kedua negara.

"Warisan budaya bangsa ini mengingatkan kita pada keharuman warisan budaya yang kita miliki di India. Dan warisan budaya inilah yang menyatukan kedua negara kita. Selama lebih dari 1.200 tahun, masyarakat negeri ini telah melestarikan warisan udaya ini dengan komitmen, ketekunan, dan pengabdian," jelas Modi.

Kolaborasi konservasi tersebut akan difokuskan pada restorasi 224 candi perwara atau candi pendamping di kawasan Candi Prambanan.

Prosesnya dilakukan melalui pendekatan ilmiah yang mencakup penelitian arkeologi, dokumentasi digital, rekonstruksi berbasis kecerdasan buatan (AI), hingga pertukaran pengetahuan dan peningkatan kapasitas konservator dari kedua negara.

Sebagai holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata sekaligus induk dari pengelola Candi Prambanan, InJourney Destination Management (IDM), InJourney menilai kerja sama ini sejalan dengan upaya mengembangkan destinasi wisata berkelas dunia melalui pelestarian budaya dan kolaborasi internasional.

Kolaborasi ini tak hanya menjadi upaya menjaga kelestarian salah satu situs warisan budaya paling berharga di dunia, tetapi juga menjadi simbol eratnya hubungan persahabatan Indonesia dan India yang telah terjalin berabad-abad.

Jejak hubungan ini tercermin nyata pada Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia sekaligus salah satu mahakarya arsitektur Hindu Siwa terbesar di dunia yang dibangun pada abad ke-9 pada masa Kerajaan Mataram Kuno dan telah diakui sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak 1991.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menuturkan bahwa kolaborasi ini menunjukan bagaimana warisan budaya dapat menjadi medium yang efektif untuk memperkuat hubungan antarbangsa sekaligus menciptakan manfaat yang lebih luas bagi sektor pariwisata Indonesia.

"Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat nation branding Indonesia sebagai destinasi budaya kelas dunia yang mampu mengelola warisan budaya secara berkelanjutan melalui kemitraan internasional," kata Maya.

Ia optimistis kolaborasi tersebut akan memperkuat daya tarik Indonesia, terutama di pasar India yang memiliki populasi sekitar 1,4 miliar jiwa. Menurutnya, peningkatan kunjungan wisatawan berkualitas diharapkan mampu memberikan dampak ekonomi yang lebih luas.

"Pada akhirnya, pelestarian warisan budaya harus memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui terciptanya lapangan kerja, tumbuhnya UMKM dan ekonomi kreatif, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar destinasi," katanya.

Sementara itu, Kepala Museum dan Cagar Budaya (MCB), Esti Nurjadin, selaku pemilik aset Kompleks Candi Prambanan menegaskan bahwa kolaborasi konservasi yang dilakukan Indonesia dan India ini akan dilakukan dengan menjaga nilai yang membuat Prambanan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.

"Seluruh pekerjaan akan mengedepankan keaslian, keutuhan, dan pendekatan ilmiah. Selain itu keberhasilan kerja sama ini tidak hanya diukur dari jumlah perwara yang dikonservasi tapi juga peningkatan kapasitas konservator Indonesia, berkembangnya praktik konservasi berbasis ilmu pengetahuan, dan terjaganya nilai warisan dunia Prambanan," tutur Esti.

Sejalan dengan hal tersebut, Direktur Utama InJourney Destination Management Febrina Intan mengatakan sejak ditetapkan sebagai pusat rumah ibadah umat Hindu Indonesia dan dunia pada 2022, kawasan ini tidak dipandang semata sebagai objek wisata atau situs arkeologi.

Menurutnya, kawasan ini juga sebagai ruang diplomasi budaya, spiritualitas, pendidikan, serta kerja sama internasional yang mempertemukan berbagai negara dalam semangat pelestarian warisan dunia.

India merupakan salah satu pasar potensial bagi pariwisata Indonesia. Data kunjungan wisatawan mancanegara ke Kawasan Candi Prambanan menunjukkan wisatawan asal India mencapai rata-rata hampir 4.000 per tahunnya. Hal ini menunjukkan masih terbukanya peluang pertumbuhan pasar tersebut melalui penguatan promosi dan kerja sama bilateral.

"Momentum kunjungan Perdana Menteri India diharapkan menjadi katalis bagi peningkatan minat wisatawan India untuk berkunjung ke Indonesia, khususnya ke Candi Prambanan. Kami berharap percepatan pemugaran kawasan Prambanan semakin memperkuat daya tarik destinasi ini di mata dunia, khususnya bagi wisatawan asal India yang memiliki kedekatan historis dan kultural dengan kawasan ini," jelasnya.

Sebagai salah satu ikon pariwisata nasional, Candi Prambanan setiap tahunnya menarik sekitar 2,4 juta kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara, menjadikannya salah satu destinasi heritage paling diminati di Indonesia.

Tingginya minat tersebut menunjukkan bahwa Prambanan bukan hanya asset budaya, namun juga asset strategis dalam memperkuat daya saing Indonesia di tingkat global.

Melalui kolaborasi ini diharapkan mampu mendorong quality tourism, memperpanjang lama tinggal wisatawan, serta memperluas kerja sama di bidang pariwisata, budaya, dan ekonomi kreatif.

(inh) Add as a preferred
source on Google