Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 Gigawatt dalam Dua Tahun

CNN Indonesia
Kamis, 09 Jul 2026 18:30 WIB
Presiden Prabowo menantang jajaran menterinya untuk mewujudkan target pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun. (Foto: Youtube/KementrianESDM)
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto menantang jajaran menterinya untuk mewujudkan target pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt dalam dua tahun.

Tantangan itu ditujukan kepada Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, hingga Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Perkasa Roeslani.

Di hadapan para menteri dan pejabat yang hadir, Prabowo langsung meminta komitmen mereka untuk mengejar target tersebut.

"Kita akan bangun 100 gigawatt tenaga surya. Tahun ini PLN akan mulai dengan 17 gigawatt. 100 gigawatt dalam dua tahun. Bisa Pak Rosan? Bisa? Kok kurang keras, bisa? Bisa. Menteri Ekon, Menko (Airlangga) bisa? Bisa. Menteri ESDM (Bahlil) bisa? Saya enggak tanya Bahlil akan bisa enggak, bisa lah ya," ujar Prabowo dalam peluncuran implementasi biodiesel B50 di Karawang, Jawa Barat, Kamis (9/7).

Prabowo mengatakan pembangunan PLTS menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat transisi energi. Menurut dia, Indonesia juga mulai mendapat perhatian dunia karena dinilai berada di garis depan dalam upaya menurunkan emisi karbon.

"Hari ini sangat bersejarah. Kita dibicarakan di dunia," katanya.

Ia mengatakan implementasi B50 diperkirakan mampu menekan emisi sekitar 44 juta ton karbon dioksida ekuivalen. Pemerintah juga menargetkan pembangunan PLTS berkapasitas 100 gigawatt sebagai langkah lanjutan untuk memperkuat transisi energi.

Prabowo mengakui target tersebut kemungkinan menuai keraguan dari berbagai pihak. Namun, pemerintah akan tetap berupaya merealisasikannya.

"Kita akan dikenyek. Kita akan dihujat. Pakar-pakar yang pinter-pinter itu akan bilang, mana mungkin!" katanya.

Di akhir pidatonya, Prabowo kembali berkelakar dengan membandingkan capaian Indonesia di sektor energi dengan ambisi tim nasional sepak bola menembus Piala Dunia.

"Yang masih kita sulit adalah masuk Piala Dunia. Nah, itu saya masih resah. Kita bisa (mencapai) B50 tapi tidak bisa masuk Piala Dunia. Saya masih tidak puas," ujarnya.

(del/pta)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK