IHSG Meradang ke Level 6.315 Siang Ini usai Kabar Mundurnya Bos BGN

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 12:37 WIB
Pengunjung mengamati papan monitor yang menunjukkan pergerakan indeks harga saham gabungan (IHSG) di gedung Bursa efek Indonesia, Jakarta, (7/9).Pada penutupan saham sesi pertama, Jumat (7/9/2018), IHSG naik 20,23 poin atau 0,35 persen ke posisi 5.79
IHSG pada perdagangan sesi I (22/7), menunjukkan sebanyak 366 saham berada di zona merah, 238 saham bertahan hijau dan 190 saham stagnan. (FOTO:CNN Indonesia/Hesti Rika).
Jakarta, CNN Indonesia --

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) merosot 24,47 poin atau 0,39 persen ke level 6.315,55 pada penutupan perdagangan sesi I, Rabu (22/7) siang. Pelemahan terjadi di tengah mundurnya Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Deyang pagi tadi.

Mengutip RTI Business, IHSG terkoreksi ke level 6.315. Sepanjang sesi I, indeks terpantau bergerak fluktuatif di zona hijau dan merah hingga menyentuh level tertinggi 6.394 dan level terendah 6.297.

Sebanyak 366 saham berada di zona merah, 238 saham bertahan hijau dan 190 saham stagnan. Kapitalisasi pasar tercatat sebesar Rp11.072,80 triliun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Volume perdagangan mencapai 29,93 miliar saham dengan nilai transaksi Rp11,24 triliun. Adapun frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 1,81 juta kali transaksi.

Lihat Juga :

Investor asing masih membukukan beli bersih sebesar Rp31,36 miliar di seluruh pasar. Di pasar reguler, investor asing mencatat beli bersih Rp360,21 miliar, sedangkan di pasar negosiasi dan tunai terjadi jual bersih sebesar Rp328,86 miliar.

Berdasarkan volume perdagangan sebanyak 51,1 miliar saham, investor domestik mendominasi dengan porsi 83,00 persen atau sekitar 42,41 miliar saham. Sementara investor asing berkontribusi 17,00 persen atau sekitar 8,70 miliar saham.

[Gambas:Youtube]

Dari sisi nilai transaksi sebesar Rp21,6 triliun, investor asing berkontribusi 29,40 persen dengan membukukan pembelian Rp6,4 triliun dan penjualan Rp6,3 triliun. Sementara investor domestik berkontribusi 70,60 persen mencatat pembelian Rp15,2 triliun dan penjualan Rp15,3 triliun.

Frekuensi perdagangan tercatat sebanyak 2.942.073 kali transaksi. Investor domestik mendominasi dengan porsi 85,37 persen atau sekitar 2.511.648 kali transaksi, sedangkan investor asing berkontribusi 14,63 persen atau sekitar 430.153 kali transaksi.

Pagi ini, Kepala BGN Nanik mengumumkan mundur dari jabatannya. Informasi itu ia sampaikan sendiri melalui status di akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang hari ini (22/7).

Nanik mengungkap alasannya mundur terkait masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulisnya.

(fln/ins) Add as a preferred
source on Google