AS-Meksiko Tersingkir, Harga Tiket Piala Dunia Anjlok hingga 65 Persen

CNN Indonesia
Jumat, 10 Jul 2026 20:26 WIB
Harga tiket pertandingan babak perempat final piala dunia anjlok drastis hingga 65 persen usai Amerika Serikat (AS) dan Meksiko tersingkir. Ilustrasi. (REUTERS/Jennifer Gauthier).
Jakarta, CNN Indonesia --

Harga tiket pertandingan babak perempat final Piala Dunia 2026 anjlok drastis hingga 65 persen usai Amerika Serikat (AS) dan Meksiko tersingkir.

Berdasarkan data dari TickPick, harga tiket untuk laga perempat final Spanyol melawan Belgia pada Jumat (10/7) merosot hingga 65 persen. Adapun AS dijadwalkan bakal berlaga di pertandingan tersebut jika berhasil menang di babak 16 besar awal pekan ini.

Sebelum AS ditekuk lawan pada laga Senin (6/7) lalu, tiket termurah untuk pertandingan di Los Angeles berada di angka US$3.200 atau sekitar Rp57,8 juta (asumsi kurs Rp18.070 per dolar AS). Namun, setelah AS gugur, harganya terjun bebas menjadi US$1.100 atau sekitar Rp19,8 juta.

Hal serupa juga terjadi untuk tiket laga perempat final lainnya yang digelar di Miami pada Sabtu (11/7). Kekalahan Meksiko dari Inggris pada Minggu (5/7) lalu memicu penurunan harga tiket hingga 45 persen. Tiket yang awalnya dibanderol paling murah US$4.000 atau sekitar Rp72,2 juta, kini bisa didapatkan dengan harga US$2.000 atau sekitar Rp36,1 juta.

Co-CEO TickPick Brett Goldberg menjelaskan tingginya harga awal tiket perempat final memang didasarkan pada asumsi bahwa AS dan Meksiko akan lolos.

"Ketika mereka kalah dalam dua hari berturut-turut di babak 16 besar, terjadi penurunan permintaan yang langsung dan signifikan untuk pertandingan perempat final masing-masing," kata Goldberg kepada CNN.

Gugurnya Kanada, AS, dan Meksiko sekaligus menyudahi eksistensi tiga negara tuan rumah di turnamen ini. Dampak finansialnya langsung merembet ke bisnis hiburan di AS, salah satunya jaringan Tom's Watch Bar yang memiliki 18 cabang.

Kondisi ini tak hanya berdampak terhadap anjloknya harga tiket, tetapi juga terhadap pendapatan bar. Co-CEO Tom's Watch Bar Brooks Schaden menyebut laga yang menampilkan AS dan Meksiko selalu menjadi pendongkrak utama omzetnya. Pascagugurnya kedua tim, ia memprediksi pendapatan bar pada hari pertandingan Piala Dunia akan merosot hingga 50 persen.

Schaden membeberkan fakta menarik bahwa fans Meksiko sebenarnya jauh lebih menguntungkan bagi bisnis restoran ketimbang pendukung AS. Hal tersebut karena penggemar Meksiko dikenal lebih royal dalam membelanjakan uang dan betah menghabiskan waktu lebih lama di bar.

"Jujur saja, harga bukanlah masalah," tambah Schaden.

Meski begitu, Schaden mengaku situasinya tidak sepenuhnya buruk, yakni pendapatan bar selama sisa Piala Dunia diproyeksikan masih 25 persen lebih tinggi dibanding hari biasa. Selain itu, terlepas dari tim mana yang bertanding, penjualan bir dilaporkan tetap meroket.

Data dari Beer Institute mencatat penjualan bir di bar dan restoran melonjak 6,4 persen selama empat minggu terakhir. Lonjakan ini bahkan mencapai 14 persen di kota-kota tuan rumah jika dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Massachusetts menjadi wilayah dengan pertumbuhan tertinggi sebesar 23 persen, imbas aksi fans Skotlandia yang memborong persediaan bir di Boston bulan lalu. Kenaikan signifikan ini disusul oleh wilayah metropolitan New York sebesar 19 persen dan California sebesar 14 persen.

Kepala Ekonom Beer Institute Andrew Heritage menilai bahwa kehadiran tuan rumah di awal turnamen memang krusial, namun magnet kompetisi ini terbukti jauh lebih luas.

"Perjalanan tim AS membantu membangun antusiasme, tetapi data menunjukkan bahwa turnamen ini lebih besar daripada satu tim mana pun," ujar Heritage kepada CNN.

"Kami memperkirakan momentum ini akan berlanjut hingga final, dengan para penggemar memprioritaskan minum bir bersama saat mereka berkumpul," tambahnya.

(fln/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK