Laba Bank Mega Syariah Naik 17,56 Persen hingga Juni 2026

CNN Indonesia
Selasa, 14 Jul 2026 04:30 WIB
Petugas Menghitung uang kertas Bank Mega Syariah, Jakarta, Selasa, 13 Februari 2018. CNNIndonesia/Adhi Wicaksono.
PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 17,56 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026. Ilustrasi. (CNN Indonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bank Mega Syariah mencatatkan pertumbuhan laba sebelum pajak sebesar 17,56 persen secara tahunan (year on year/yoy) hingga Juni 2026.

Kenaikan laba ditopang pertumbuhan pembiayaan yang tetap solid di tengah kualitas aset yang terjaga.

Corporate Secretary Division Head Bank Mega Syariah Hanie Dewita mengatakan laba sebelum pajak perseroan mencapai lebih dari Rp137 miliar pada semester I 2026, meningkat dari sekitar Rp117 miliar pada periode yang sama tahun lalu.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Kinerja tersebut ditopang pertumbuhan total pembiayaan yang menembus Rp10 triliun atau naik lebih dari 6 persen dibandingkan Juni 2025.

Pertumbuhan terutama berasal dari segmen komersial, khususnya corporate banking dan business banking, serta didukung pembiayaan ritel melalui Syariah Card dan pembiayaan konsumer.

"Pertumbuhan pembiayaan yang sehat menjadi salah satu fokus utama Bank Mega Syariah. Kami terus mengoptimalkan fungsi intermediasi dengan tetap memperhatikan prinsip kehati-hatian, kualitas portofolio, dan kontribusi yang berkelanjutan terhadap profitabilitas bank," ujar Hanie dalam keterangan tertulis, Senin (13/7).

Selain pembiayaan, Bank Mega Syariah juga mencatat perbaikan struktur pendanaan. Dana pihak ketiga (DPK) ritel mencapai Rp5,84 triliun pada Juni 2026 atau naik lebih dari 3,6 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

Pada segmen tersebut, dana giro tumbuh sekitar 24,03 persen secara tahunan, sedangkan tabungan meningkat 10 persen dibandingkan Juni 2025.

Segmen komersial mencatat outstanding pembiayaan lebih dari Rp5,96 triliun hingga Juni 2026 atau meningkat lebih dari 15 persen secara year to date (ytd).

Di dalamnya, pembiayaan corporate banking menjadi kontributor terbesar dengan nilai lebih dari Rp4,5 triliun, naik lebih dari 16 persen dibandingkan akhir 2025.

Sementara itu, pembiayaan business banking meningkat sekitar 12 persen atau bertambah Rp156 miliar menjadi Rp1,45 triliun dibandingkan posisi akhir tahun lalu.

Di sisi ritel, pembiayaan Syariah Card tumbuh paling tinggi. Outstanding pembiayaan produk tersebut mencapai lebih dari Rp325,4 miliar atau melonjak lebih dari 67 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Adapun pembiayaan konsumer naik 17,73 persen secara tahunan menjadi Rp601 miliar.

Hanie mengatakan perseroan akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis, efisiensi biaya dana, dan kualitas aset agar kinerja tetap berkelanjutan.

"Strategi ini penting agar Bank Mega Syariah dapat terus tumbuh secara sehat serta memberikan layanan keuangan syariah yang semakin relevan bagi masyarakat," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(ldy/sfr) Add as a preferred
source on Google