Kawal Purbaya di DPR, Djaka Budi Ogah Ditanya soal Perubahan Bea Cukai

CNN Indonesia
Rabu, 15 Jul 2026 21:16 WIB
Dirjen Bea Cukai Djaka Budi Utama enggan menjelaskan pembenahan instansi saat ditemui media, usai mendampingi Purbaya di DPR. (FOTO:Detikcom/Ilyas Fadilah).
Jakarta, CNN Indonesia --

Direktur Jenderal (Dirjen) Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Djaka Budi Utama enggan menjelaskan perkembangan upaya pembenahan di instansi yang dipimpinnya saat dicegat awak media di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (15/7).

Usai menghadiri rapat kerja bersama Komisi XI DPR RI, Djaka yang keluar dari ruang rapat langsung dihampiri sejumlah wartawan. Ia ditanya mengenai perkembangan program "bersih-bersih" di lingkungan Bea Cukai.

Namun, Djaka tidak berhenti untuk memberikan penjelasan. Ia hanya tersenyum sambil terus berjalan menuju pintu keluar gedung.

"Sudah, sudah," ujar Djaka.

Awak media kembali menanyakan sejauh mana proses pembenahan di Bea Cukai telah berjalan. Menanggapi pertanyaan itu, Djaka kembali melontarkan jawaban singkat.

"Perbaikan sejauh ini sampai mana?" tanya awak media.

"Sudah sampai sini lah," jawab Djaka berusaha untuk berkelakar.

Para wartawan terus mengikuti Djaka hingga menuju mobil yang terparkir di dekat lobi gedung. Meski kembali ditanya langkah apa saja yang telah dilakukan dalam pembenahan Bea Cukai, Djaka tetap tidak memberikan penjelasan rinci.

"Apa saja yang sudah dilakukan (dalam perbaikan di Bea Cukai?" tanya awak media.

"Sudah, sudah, sudah banyak pokoknya. Cukup, cukup," ujar Djaka.

Setelah itu, Djaka yang mengenakan batik berwarna merah langsung masuk ke mobilnya dan meninggalkan lokasi tanpa memberikan keterangan lebih lanjut.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa sebelumnya mengungkapkan Presiden Prabowo Subianto memberikan tenggat waktu hingga September 2026 untuk membenahi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Kemenkeu (Kemenkeu).

Jika tidak menunjukkan perbaikan, lembaga tersebut bakal dibubarkan dan diganti dengan perusahaan asal Swiss, yaitu Société Générale de Surveillance (SGS).

"Ancaman Presiden jelas. Kalau dalam waktu setahun enggak ada perbaikan, Bea Cukai akan dibubarin," ujar Purbaya dalam wawancara bersama Denny Sumargo yang diunggah di kanal YouTube CURHAT BANG Denny Sumargo, Kamis (2/7).

Prabowo sebenarnya meminta Bea Cukai dibubarkan langsung. Namun, Purbaya meminta waktu agar diberi kesempatan membenahi institusi tersebut sebelum keputusan pembubaran dijalankan.

"Udah diputusin malah. Pak Presiden bilang, 'ganti, bubarkan'. Saya ngerayu dia sedikit, 'Pak, setelah ini Pak ya, biar saya beresin dulu'," ujar Purbaya.

Ia mengatakan dirinya kini menargetkan pembenahan Bea Cukai selesai pada September tahun ini.

"Jadi saya minta betulin itu sampai September ini. Saya akan masuk lagi ke sana obrak-obrik semuanya," ujarnya.

Menurut dia, jika pembubaran benar-benar dilakukan, ribuan pegawai Bea Cukai akan terdampak.

Purbaya menjelaskan dirinya telah menjelaskan langsung kepada jajaran pimpinan Bea Cukai mengenai langkah ini.

"Bea Cukai itu sudah diputuskan dibubarin di rapat terbatas. Saya justru ngegebuk anda (Bea Cukai) ini supaya anda bisa memperbaiki diri supaya enggak dibubarin. Saya bisa ngerayu Presiden setahun," ucapnya.

Dalam proses pembenahan, Purbaya mengaku masih menemukan dugaan pelanggaran mulai dari praktik under invoicing hingga impor ilegal.

Ia menyebut dugaan pelanggaran serupa juga masih dipantau di lingkungan Bea Cukai Jakarta meski telah dilakukan perombakan pejabat.

"Sekarang yang Jakarta pun seperti itu sama, padahal pejabatnya baru. Ada yang monitor bahwa itu masih melakukan hal yang ini. Kita monitor terus. Udah kita obrak-abrik pun masih seperti itu. Yang jelas, nggak lama lagi kita tangkap," ujar Purbaya.

Purbaya mengatakan juga telah mengganti seluruh pejabat eselon II di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai sebagai bagian dari upaya pembenahan.

(dhz/ins)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK