Kopdes Salurkan Barang Subsidi, Bagaimana Nasib Agen di Desa?

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 05:15 WIB
Mentri Koperasi Ferry Juliantono.
Menkop Ferry Juliantono memastikan keberadaan agen di desa tetap terjamin meski nantinya penyaluran barang subsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih. (Arsip Istimewa).
Jakarta, CNN Indonesia --

Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono memastikan keberadaan agen di desa tetap terjamin seiring dengan rencana penyaluran barang subsidi melalui Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes Merah Putih).

Awalnya, Ferry menyampaikan berdasarkan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan Kopdes Merah Putih sebagai pusat penyaluran barang-barang subsidi, seperti gas LPG 3kg, pupuk, dan beras ke masyarakat.

Selain itu, Kopdes Merah Putih juga ditugaskan untuk menyalurkan berbagai bantuan pemerintah, di antaranya bantuan 10 kilogram (kg) beras Program Keluarga Harapan (PKH), bantuan tunai untuk masyarakat miskin desil 1 dan 2, serta bantuan pertanian.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Melalui Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih plus dengan pembiayaan baik melalui skema channeling KUR dari bank ataupun juga dari skema pembiayaan Mekaar yang ada di Bank Rakyat Indonesia," ujar Ferry usai acara acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7).

"Ataupun juga nanti menjadikan Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih itu sebagai outlet jasa layanan dari perbankan juga bisa," lanjutnya.

Kendati demikian, ia menegaskan keberadaan agen-agen kecil, seperti agen LPG tetap terjamin meski nantinya Kopdes Merah Putih juga akan menyalurkan barang yang sama.

"Ya diatur, itu teknisnya, diatur oleh Kementerian teknis kemarin juga ada Dirut Pertamina, tapi prinsipnya barang bersubsidi menurut arahan Presiden itu harus disalurkan langsung kepada masyarakat melalui Koperasi Desa kelurahan Merah Putih," ungkap Ferry.

Ferry pun memastikan terkait penyaluran barang yang sama akan diatur lebih lanjut melalui Kementerian/Lembaga terkait.

"Enggak, dikurangin ada lah. Jangan semuanya kan koperasi kan jumlahnya ada ribuan agen ada belasan atau puluhan ribu pangkalan itu kan nanti bisa diatur," pungkasnya.

[Gambas:Video CNN]

(lau/sfr) Add as a preferred
source on Google