Pertamina Patra Niaga Ungkap Pengguna Pertalite Melonjak 80 Persen

CNN Indonesia
Kamis, 16 Jul 2026 19:17 WIB
Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, sejak penyesuaian harga BBM pada April 2026. Ilustrasi. (Arsip Pertamina).
Jakarta, CNN Indonesia --

Pertamina Patra Niaga mencatat kenaikan pengguna Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi, Pertalite, sejak penyesuaian harga BBM pada April 2026.

Direktur Pemasaran Retail PT Pertamina Patra Niaga Eko Ricky Susanto mengatakan peningkatan tersebut seiring pergeseran konsumsi ke Pertalite dan Biosolar.

Menurut dia, konsumsi BBM Pertalite Juli 2026 naik 9,4 persen atau meningkat 7.129 kiloliter per hari dibanding rata-rata normal.

Dengan peningkatan tersebut, porsi penggunaan Pertalite dibanding gasoline lain seperti Pertamax, Pertamax Green, dan Pertamax Turbo naik jadi 80,3 persen pada Juli dibanding Januari-Mei sebesar 75,4 persen.

"Kalau secara komposisi perubahannya pada saat periode Januari-Mei kondisi untuk produk Pertalite secara komposisi sekitar 75 persen saat ini sudah bergeser ke 80 persen. Jadi hampir 5 persen komposisi BBM gasoline itu sudah bergeser kepada BBM PSO (BBM subsidi)," ujar Eko dalam rapat bersama Komisi XII DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Kamis (16/7).

Pergeseran konsumsi itu pun berdampak pada penurunan penggunaan BBM nonsubsidi, yaitu produk Pertamax Series.

Eko menyebut konsumsi Pertamax Series turun hampir 18 persen dibandingkan rata-rata normal. Kondisi ini membuat Pertamina Patra Niaga melakukan perubahan operasi untuk menambah stok di jaringan SPBU.

"Ini mungkin salah satu lonjakan demand di beberapa wilayah khususnya di setiap MOR (Marketing Operation Region) yang saat ini juga membuat perubahan operasi dari Pertamina Patra Niaga untuk bisa meng-cover atau mem-build up stock di semua jaringan lembaga penyalur kita khususnya SPBU," terang Eko.

Selain Pertalite, konsumsi Biosolar juga mengalami peningkatan. Volume konsumsi Biosolar tercatat meningkat 13,9 persen pada Juli 2026. Ini membuat proporsi penggunaan Biosolar di antara gasoil lain naik menjadi 94,2 persen.

Di sisi lain, konsumsi Dex Series, baik Dexlite maupun Pertadex, turun 6,4 persen.

Eko mengatakan pergeseran konsumsi tidak hanya terjadi pada kendaraan pribadi. Sejumlah kendaraan yang digunakan sektor industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU.

"Ada beberapa sektor kendaraan yang didominasi industri juga mulai mengisi Biosolar di SPBU. Ini salah satu terjadi peningkatan lonjakan hampir di semua provinsi sepanjang periode April hingga bulan Juli," ujar dia.

(dhz/sfr)
KOMENTAR

ARTIKEL TERKAIT
TOPIK TERKAIT
TERPOPULER
LAINNYA DARI DETIKNETWORK