Prabowo Pimpin Panen Raya Padi hingga Tebu Serentak Bersama TNI

CNN Indonesia
Jumat, 17 Jul 2026 17:49 WIB
Presiden Prabowo menyaksikan Groundbreaking Proyek Strategis Nasional Liquefied Natural Gas (LNG) Abadi Masela,Rabu (16/07/2026)
Presiden Prabowo Subianto resmi memimpin panen raya serentak di 43 titik yang tersebar di seluruh Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI). (Tangkapan layar Youtube Sekretariat Presiden).
Jakarta, CNN Indonesia --

Presiden Prabowo Subianto resmi memimpin panen raya serentak di 43 titik yang tersebar di seluruh Indonesia bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI).

Acara digelar secara simbolik dari Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7).

"Bismillahirahmannirahim pada sore hari ini Jumat 17 Juli 2026, dengan rahmat Tuhan Yang Maha Besar, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia menyatakan panen raya serentak bersama TNI secara resmi dimulai," ujar Prabowo diikuti dengan menekan tombol sirine.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sebelum resmi memimpin panen raya, Prabowo juga sempat mengunjungi sawah dan stan yang menampilkan program-program unggulan TNI serta berbagai inisiatif hilirisasi.

Pada hari ini, Prabowo melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk memimpin panen raya serentak di Kabupaten Malang.

Kegiatan tersebut meliputi panen tebu yang didampingi TNI Angkatan Udara di delapan titik lokasi, panen padi oleh TNI Angkatan Darat di 31 titik lokasi, serta panen kedelai oleh TNI Angkatan Laut di empat lokasi.

Seskab Teddy Indra Wijaya menyebut kegiatan ini merupakan wujud sinergi sinergi TNI dalam mendukung percepatan terwujudnya swasembada pangan nasional.

Terpisah, Mensesneg Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa tiga matra TNI terlibat dalam program ketahanan pangan nasional.

Ia menyebut TNI AD mendampingi budidaya padi dan jagung, TNI AL mengembangkan kedelai, sedangkan TNI AU berfokus pada tebu.

Pras juga melaporkan sepanjang Januari-Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup 6,26 juta hektare lahan padi dengan produksi sekitar 19,2 juta ton beras atau mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026.

Lalu di sektor kedelai, TNI AL mendampingi lahan seluas 2.432 hektare dengan potensi produksi 3.676 ton.

"Sementara TNI AU mendampingi 236.048 hektare lahan tebu dengan potensi produksi 18,386 juta ton, setara sekitar 1,36 juta ton gula atau 45,05 persen target produksi gula nasional tahun 2026," ucap Pras dalam keterangannya.

[Gambas:Video CNN]

(mnf/sfr) Add as a preferred
source on Google