Prabowo Sebut Jaminan Kesehatan RI Jangkau Nyaris 100 Juta Warga
Presiden Prabowo Subianto mengatakan program jaminan kesehatan nasional (JKN) RI menjangkau nyaris 100 juta penduduk Indonesia.
Data tersebut dipaparkan Prabowo saat menjelaskan berbagai program bantuan sosial dan perlindungan sosial yang dijalankan pemerintah.
"Jaminan kesehatan nasional 96.800.000 orang, nyaris 100 juta. 20 kali lebih besar dari Singapura, tiga setengah kali lebih besar dari Malaysia kita beri jaminan," ujar Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta Pusat, Senin (20/7).
Selain JKN, Prabowo memaparkan sejumlah program bantuan yang menyasar masyarakat berpenghasilan rendah.
Ia mengatakan Program Keluarga Harapan (PKH) saat ini menjangkau sekitar 10 juta keluarga, atau sekitar 40 juta jiwa, dengan nilai bantuan antara Rp75 ribu hingga Rp250 ribu per bulan.
Prabowo juga menyebut Program Indonesia Pintar (PIP) telah diberikan kepada 22,1 juta siswa dari kelompok desil 1 hingga desil 4.
Sementara itu, 1,2 juta mahasiswa menerima bantuan melalui Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah berupa biaya hidup sebesar Rp800 ribu hingga Rp1,4 juta per bulan, serta pembebasan uang kuliah tunggal (UKT) yang dibayarkan langsung kepada perguruan tinggi (PT).
"Kartu Indonesia Pintar 1,2 juta mahasiswa dibantu biaya hidup Rp800 ribu sampai Rp1,4 juta per bulan, bebas UKT, uang kuliah tunggal, dibantu langsung dibayar ke PT. Program Indonesia Pintar 22.100.000 siswa dari desil 1, 2, 3, 4 yang paling bawah. Jadi keberpihakan kita kepada orang miskin luar biasa," ujarnya.
Ia juga mengatakan Kartu Sembako saat ini diterima oleh 18,25 juta keluarga, masing-masing memperoleh bantuan Rp200 ribu per bulan.
Selain itu, pemerintah menyalurkan Bansos Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) kepada sekitar 83 ribu penerima serta Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) senilai Rp20 juta per rumah kepada 400 ribu penerima manfaat.
Sang Kepala Negara mengatakan pemerintah juga akan mengkaji kemungkinan memperluas cakupan program BSPS. Salah satu opsi yang dipertimbangkan ialah menyalurkan bantuan dalam bentuk bahan bangunan agar jumlah penerima dapat ditambah.
"Nanti saya minta Menteri Perumahan (Maruarar Sirait), Menteri Sosial (Saifullah Yusuf) dikaji kembali apakah ditambah penerima manfaat sehingga indeksnya bisa dikurangi, mungkin kita tidak kasih uang tapi kasih bahan, kasih semen, kasih genteng, kasih kayu atau kasih baja ringan supaya lebih banyak bisa menerima," ujar Prabowo.
Dalam kesempatan sama, Prabowo turut memaparkan sejumlah program subsidi lainnya.
Ia menyebut 1.877.747 rumah tangga menerima pembiayaan rumah melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP), sementara 66,4 juta rumah tangga memperoleh subsidi LPG.
Selain itu, pemerintah juga memberikan subsidi dan kompensasi listrik kepada sekitar 87 juta rumah tangga dan kompensasi Pertalite kepada 33.787.364 rumah tangga.
Negara turut menyalurkan bantuan pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng selama tiga bulan kepada 33,24 juta keluarga yang masuk kelompok desil 1 hingga desil 4.
(del/sfr)