Nanik Curhat Stres Berat di BGN hingga Sakit Jantung dan Kolesterol

CNN Indonesia
Rabu, 22 Jul 2026 15:46 WIB
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang
Eks Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang bercerita mengenai tekanan yang dialaminya saat memimpin lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG). (CNN Indonesia TV).
Jakarta, CNN Indonesia --

Eks Kepala Badan Gizi Nasional (BGNNanik Sudaryati Deyang bercerita mengenai tekanan yang dialaminya saat memimpin lembaga yang menangani program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia mengungkapkan tekanan tersebut turut berdampak pada kondisi kesehatannya. Berdasarkan keterangan dokternya, Nanik menyebut terdapat sumbatan di arteri jantungnya yang dipicu kolesterol tinggi dan stres berat.

Tekanan itu tidak lepas dari tanggung jawabnya memimpin BGN. Terlebih, lembaga tersebut, kata Nanik, kerap dicibir berbagai pihak.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Menurut dokter saya, ada sumbatan di arteri jantung yang selain karena kolesterol tinggi, juga dipicu juga oleh stres yang luar biasa! Saya saat ini memimpin lembaga yang semua orang mencibir karena semua taulah (apa penyebabnya dicibir). Jadi, bisa dibayangkan ancurnya," ujar Nanik dalam unggahan di akun Facebook miliknya yang dilihat pada Rabu (22/7).

Nanik mengatakan tanggung jawab mengelola anggaran besar di BGN juga menjadi sumber tekanan tersendiri.

Ia mengaku urusan membenahi BGN masih dapat diatasinya meski tidak mudah. Namun, tanggung jawab mengelola anggaran negara dalam jumlah besar membuatnya mengalami trauma dan kesulitan tidur.

"Soal membereskan mungkin, meski berat, saya masih bisa atasi, tapi memegang anggaran besar itu yang membuat saya trauma akut. Saya sampai enggak bisa tidur kalau ingat, 'ini duit negara, duit, rakyat harus benar dijalankan dan tidak boleh saya kecolongan,'," ujar Nanik.

Nanik mengibaratkan tanggung jawab mengelola anggaran besar agar tersalurkan secara baik dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tepi jurang yang curam.

[Gambas:Video CNN]

"Jagain duit besar agar tersalurkan dengan benar dan tidak disalahgunakan itu seperti berdiri di tebing jurang yang curam, meleng sedikit bisa terjerembab dan mati," ujar Nanik.

Karena begitu berhati-hati, Nanik mengaku tidak pernah menandatangani dokumen sendirian. Ia mengatakan dua Wakil Kepala BGN harus ikut membubuhkan paraf sebelum dirinya menandatangani dokumen.

Ia juga mengaku selalu memeriksa dan mempertanyakan kembali setiap kebijakan yang akan diambil.

Nanik bahkan mengatakan dirinya sudah merasa cemas ketika sekretaris pribadinya membawa tumpukan dokumen untuk ditandatangani.

"Kalau sespri saya bawa tumpukan dokumen, saya sudah parno duluan dan badan panas dingin. Akibatnya saya ambruk. Wis pokoknya enggak bisa diceritakan di sini deh," ujar Nanik.

Di tengah beratnya tanggung jawab tersebut, Nanik bersyukur mendapat dukungan dari dua Wakil Kepala BGN, yakni Agustina Arumsari dan Trenggono.

Nanik menyebut Arumsari memiliki latar belakang sebagai auditor, sedangkan Trenggono dinilai memiliki nyali luar biasa untuk menghadapi apapun tantangannya.

Nanik sendiri memutuskan mundur dari kursi Kepala BGN karena harus menjalani pengobatan penyakit jantung di luar negeri.

Ia mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk memperoleh second opinion atas kondisi kesehatannya.

"Saya sampaikan ke presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai kepala BGN demi kesehatan saya," ujar Nanik melalui status akun Facebook Naniek Sudaryati Deyang pada Rabu ini.

Menurut Nanik, Sang Kepala Negara menyetujui permintaan tersebut. Meski demikian, ia mengaku tetap diminta ikut mengawasi jalannya BGN dan berpeluang menjadi ketua dewan pengawas apabila lembaga tersebut dibentuk.

Sore ini, Prabowo menunjuk Wakil Menteri Pertanian Sudaryono sebagai pengganti Nanik. Rencananya, pelantikan akan dilakukan pada Rabu sore ini.

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google