Sudaryono Sambut Rencana Bentuk Dewan Pengawas BGN

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 11:12 WIB
Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menilai turunnya harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tingkat petani saat harga minyak sawit mentah atay crude palm oil (CPO) dunia sedang tinggi merupakan kondisi yang tidak wajar. dalam wawancar
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyambut baik wacana pembentukan Dewan Pengawas untuk mengawasi lembaga yang kini dipimpinnya. (CNN Indonesia/ Dela Naufalia).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono menyambut baik wacana pembentukan Dewan Pengawas untuk mengawasi lembaga yang kini dipimpinnya.

Sudaryono mengaku belum mendapatkan informasi lebih lanjut mengenai rencana pembentukan Dewan Pengawas tersebut. Namun, ia menilai keberadaan lembaga pengawasan dapat membuat BGN menjadi lebih baik.

"Dewan Pengawas saya belum dapat informasi lebih lanjut. Ya tentu saja kita sih intinya kerja benar. Ada Dewan Pengawas tentu saja lebih baik," ujar Sudaryono di kantor BGN, Jakarta Pusat, Rabu (22/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menurut Sudaryono, siapa pun nantinya dapat menjalankan fungsi pengawasan terhadap BGN. Ia pun membuka ruang bagi masyarakat untuk melaporkan jika menemukan persoalan dalam pelaksanaan program yang dijalankan BGN.

"Ada Dewan Pengawas ditambah pengawas-pengawas swasta ini ya kan? Anda semua ini bisa juga menjadi pengawas. Kalau ada hal-hal yang enggak benar ya boleh dilaporkan. Jadi saya membuka diri untuk segala hal ini saja," ujar Sudaryono.

Mantan wakil menteri pertanian itu mengatakan seluruh masukan akan menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki tata kelola BGN.

"Kalau ada dapur enggak benar misalnya, segera laporkan! Kita langsung investigasi. Kita ingin menegakkan, yang benar kita tegakkan. Yang baik juga harus kita.. jangan sampai satu dua salah, kemudian dianggap yang lain juga keliru," ujar Sudaryono.

Namun, ia membedakan kritik terhadap pelaksanaan program dengan tuntutan untuk menghentikan atau membubarkan MBG dan BGN.

"Kalau misalnya ada yang atas nama kritik kemudian kritiknya misalnya hentikan atau bubarkan MBG, bubarkan BGN, saya kira itu bukan kritik. Bukan ranah kami untuk hentikan atau atau membubarkan BGN," ujar Sudaryono.

Rencana pembentukan Dewan Pengawas di BGN mencuat dari mantan Kepala BGN Nanik S Deyang.

Usai mundur, Nanik mengaku diminta Prabowo untuk tetap mengawasi program MBG meski sudah tak lagi menjabat. Ia akan ditunjuk menjadi ketua dewan pengawas BGN yang kemungkinan akan dibentuk oleh Prabowo.

Nanik bersedia menerima tawaran tugas itu lantaran tidak berurusan langsung dengan anggaran. Sambil bergurau, Nanik mengaku trauma diberi kendali 'pegang uang' dalam melaksanakan tugasnya.

"Kemungkinan presiden akan membentuk dewan pengawas di mana saya disuruh menjadi ketua dewan pengawasnya (kalau mencereweti kayaknya masih bisa yang penting tidak berhubungan dengan pegang uang, sumpah trauma akut," tulis Nanik disertai emoticon tertawa lebar dalam status di akun Facebook miliknya Rabu ini.

Dalam unggahan tersebut, Nanik mengungkap alasannya mundur sebagai Kepala BGN karena masalah kesehatan. Ia pun pamit kepada Presiden Prabowo untuk menjalani pengobatan di luar negeri.

"Saya sampaikan ke Presiden juga dengan beribu maaf sepertinya saya harus mundur sebagai Kepala BGN, demi kesehatan saya, dan karena presiden prihatin dan kasihan dengan saya, presiden menyetujui," tulisnya.

[Gambas:Video CNN]

(dhz/sfr) Add as a preferred
source on Google