BI Catat Uang Beredar Tumbuh 8,7 Persen pada Juni 2026

CNN Indonesia
Kamis, 23 Jul 2026 12:33 WIB
Ilustrasi Bank Indonesia. CNN Indonesia/Adhi Wicaksono.
Bank Indonesia melaporkan pertumbuhan uang beredar M2 sebesar 8,7 persen yoy pada Juni 2026, didorong oleh kenaikan M1 dan penyaluran kredit yang meningkat. (FOTO:CNNIndonesia/Adhi Wicaksono).
Jakarta, CNN Indonesia --

Bank Indonesia (BI) melaporkan uang beredar tumbuh 8,7 persen secara tahunan (year on year/yoy) menjadi Rp10.432,8 triliun pada Juni 2026. 

Meski tumbuh positif, laju uang beredar dalam arti luas (M2) itu masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Mei 2026 yang mencapai 10,8 persen (yoy).

"Likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh positif pada Juni 2026," tulis BI dalam keterangan resminya, Rabu (23/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

BI menjelaskan, pertumbuhan M2 ditopang oleh kenaikan uang beredar sempit (M1) sebesar 9,8 persen (yoy) serta uang kuasi yang tumbuh 6,9 persen (yoy).

Menurut BI, perkembangan uang beredar pada Juni terutama dipengaruhi oleh penyaluran kredit dan tagihan bersih kepada pemerintah pusat.

Penyaluran kredit tercatat tumbuh 12,1 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada Mei yang sebesar 10,8 persen (yoy).

Sementara itu, tagihan bersih kepada pemerintah pusat tumbuh 10,1 persen (yoy). Meski masih meningkat, pertumbuhan tersebut melambat dibandingkan Mei yang mencapai 37,4 persen (yoy).

[Gambas:Youtube]

(lau/ins) Add as a preferred
source on Google