PTBA Jual 21,1 Juta Ton Batu Bara Pada Semester I 2026

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 18:04 WIB
Pekerja memeriksa kualitas batu bara di area pengumpulan Dermaga Batu bara Kertapati milik PT Bukit Asam Tbk di Palembang, Sumatera Selatan, Selasa (4/1/2022). Pemerintah mewajibkan perusahaan swasta, BUMN beserta anak perusahaan pertambangan untuk m
PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penjualan batu bara sebesar 21,10 juta ton sepanjang semester I 2026. (Foto: ANTARA FOTO/NOVA WAHYUDI)
Jakarta, CNN Indonesia --

PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mencatat penjualan batu bara sebesar 21,10 juta ton sepanjang semester I 2026.

Capaian tersebut ditopang produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dan pengelolaan persediaan yang dinilai optimal.

Direktur Utama PTBA Bambang Ismawan mengatakan kinerja operasional pada enam bulan pertama tahun ini mencerminkan komitmen perseroan dalam menjaga keberlanjutan produksi sekaligus memastikan pasokan batu bara bagi pelanggan.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Pencapaian ini menjadi pondasi penting bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," kata Bambang dalam keterangan resmi, Jumat (24/7).

Dari total penjualan tersebut, sebanyak 10,77 juta ton atau sekitar 51 persen diserap pasar domestik. Sementara itu, penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau sekitar 49 persen dari total penjualan.

PTBA mencatat penjualan ekspor meningkat sekitar 5 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kenaikan itu didukung permintaan dari sejumlah negara tujuan utama, seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, dan Thailand.

Meski demikian, Bambang menegaskan pemenuhan kebutuhan pasar dalam negeri tetap menjadi prioritas perusahaan, terutama untuk mendukung ketahanan energi nasional.

Hingga semester I 2026, penjualan batu bara kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton. Secara keseluruhan, realisasi penjualan untuk memenuhi kewajiban pasar domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) mencapai sekitar 55 persen dari total produksi, lebih tinggi dari ketentuan minimal pemerintah sebesar 25 persen.

Di sisi operasional, PTBA mengangkut 18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Sebagian besar atau 17,47 juta ton di antaranya diangkut menggunakan jalur kereta api.

Perseroan juga menerapkan strategi selective mining untuk menjaga efisiensi penambangan. Hingga akhir semester I 2026, PTBA membukukan stripping ratio sebesar 5,26 kali, masih berada di bawah target tahunan perusahaan sebesar 5,63 kali.

Memasuki semester II 2026, PTBA menyatakan akan terus memperkuat keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar domestik dan ekspor, serta melanjutkan proyek-proyek strategis guna mendukung pertumbuhan perusahaan di tengah dinamika industri batu bara global.

[Gambas:Youtube]

(ldy/pta) Add as a preferred
source on Google