Bos BGN Sudaryono Janji Cari Solusi Tunggakan Mitra Dapur MBG

CNN Indonesia
Jumat, 24 Jul 2026 18:33 WIB
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)Sudaryono menginspeksi mendadak Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Tegal Gundil 5 di Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7/2026). Sidak tersebut dilakukan untuk memantau langsung proses pembuatan Makan Bergizi Gratis (MBG
Kepala BGN Sudaryono tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra SPPG alias dapur program MBG yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T. (ANTARA FOTO/Sahira Safarina).
Jakarta, CNN Indonesia --

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono tengah menyusun skema penyelesaian bagi mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) alias dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tergabung dalam Asosiasi Pangan Gizi Indonesia (APGI) 3T.

Ia menegaskan BGN memandang para mitra sebagai rekan dalam menjalankan program MBG, bukan pihak yang berseberangan.

"Berbulan-bulan mereka menanti kepastian tanpa kejelasan. Para mitra datang membawa pesan, kita pantang mengabaikan," tulis Sudaryono dalam unggahan di akun Instagram resminya @sudaru_sudaryono, Jumat (24/7).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dalam unggahan itu, Sudaryono mengatakan tugasnya sebagai pimpinan BGN adalah mendengarkan seluruh masukan dari para mitra dan mencari jalan keluar atas persoalan yang mereka hadapi.

"Tugas saya merangkul, mendengar saksama, lalu menyusun jalan keluar terbaik," tulisnya.

Ia juga menegaskan hubungan BGN dengan APGI 3T bukan hubungan antara atasan dan bawahan.

Menurut Sudaryono, setiap keluhan yang disampaikan para mitra menjadi masukan bagi BGN untuk memperbaiki pelaksanaan program.

Sudaryono mengatakan BGN kini tengah merumuskan skema penyelesaian agar persoalan yang dihadapi para mitra dapat diselesaikan tanpa menimbulkan kerugian bagi salah satu pihak.

"Skema penyelesaian sedang dirumuskan agar tidak ada pihak menanggung rugi. APGI 3T adalah mitra kami," katanya.

[Gambas:Instagram]

Unggahan tersebut memperlihatkan momen ketika Sudaryono menemui sejumlah perwakilan APGI 3T yang mendatangi Kantor BGN untuk menyampaikan aspirasi terkait pembayaran kerja sama yang belum memiliki kepastian.

Dalam video itu, petugas keamanan sempat meminta massa keluar dari area kantor sebelum Sudaryono menemui mereka secara langsung.

Perwakilan APGI 3T mengatakan anggotanya berasal dari berbagai daerah, seperti Aceh, Kalimantan, Papua, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

Mereka mengaku telah menjadi mitra SPPG di wilayah terpencil selama sekitar satu tahun, tetapi pembayaran yang sebelumnya dilakukan setelah proses evaluasi selama 35 hari kini disebut belum memiliki kejelasan selama hampir sembilan bulan.

Mereka mengatakan persoalan utama bukan semata keterlambatan pembayaran, melainkan tidak adanya kepastian mengenai waktu penyelesaiannya.

Merespons hal itu, Sudaryono mengaku telah mempelajari persoalan tersebut sejak mulai menjabat sebagai kepala BGN. Ia meminta waktu agar skema penyelesaian yang tengah disusun dapat segera dirampungkan.

"Kasih saya waktu. Yang bisa saya pastikan adalah bapak-ibu (mitra SPPG) semua mungkin tidak bisa untung seperti apa yang diharapkan, tapi setidaknya bapak-ibu tidak dirugikan," kata Sudaryono.

Ia menambahkan skema tersebut akan dipertanggungjawabkan secara terbuka kepada para mitra.

"Skemanya lagi saya carikan. Ini direkam semua, Anda boleh rekam semua. Saya pertanggungjawabkan sebagai pimpinan di sini," ujarnya.

Suasana pertemuan sempat emosional ketika seorang anggota APGI 3T asal Papua Barat mengaku telah berada di Jakarta selama empat bulan untuk menunggu penyelesaian persoalan tersebut. Perempuan itu menangis sambil mengatakan rumahnya terancam ditarik.

Sudaryono kemudian menghampiri dan memeluk perempuan tersebut sembari memintanya bersabar.

"Pokoknya sabar sedikit, ya," ujar Sudaryono.

Di akhir pertemuan, ia juga meminta jajaran humas BGN terus memberikan perkembangan kepada para mitra mengenai proses penyelesaian yang sedang disusun.

"Kalau ada di antara teman-teman yang tanya, kasih updatenya ya," ujarnya.

(del/sfr) Add as a preferred
source on Google