Bangun Bangsa Conference 2026 Soroti Ketimpangan Akses Ekonomi

Bentoel Group | CNN Indonesia
Senin, 27 Jul 2026 10:00 WIB
Bentoel Group
(Foto: dok Bentoel Group)
Jakarta, CNN Indonesia --

Di antara geliat pertumbuhan ekonomi nasional, manfaat pembangunan belum merata dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Data Badan Pusat Statistik (BPS) per September 2025 mencatat, tingkat kemiskinan Indonesia berada di angka 8,25 persen, atau sekitar 23,36 juta jiwa yang masih hidup dalam kondisi rentan dan prasejahtera.

Angka itu menurun dibanding periode sebelumnya, namun penurunan secara nasional tidak berarti kesenjangan ikut menyempit. Kelompok rentan, mulai dari penyandang disabilitas, masyarakat di wilayah pedesaan, perempuan, hingga pelaku usaha mikro, kerap menghadapi hambatan yang jauh lebih besar untuk mengakses pekerjaan, pembiayaan, maupun peluang usaha dibanding kelompok masyarakat lainnya.

Hal ini memperlihatkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang terlihat baik di level makro belum tentu menyentuh level rumah tangga. Pada konteks terkait, akses dan kesempatan ekonomi yang benar-benar terbuka bagi setiap lapisan masyarakat jadi sorotan, termasuk mereka yang selama ini berada di pinggir sistem ekonomi formal.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Tanpa perluasan akses dan kesempatan ekonomi, kelompok rentan berisiko terus tertinggal, betapapun besar angka pertumbuhan ekonomi yang dicapai secara nasional.

Bangun Bangsa Conference 2026(Foto: dok Bangun Bangsa Conference 2026)

Merespons kondisi tersebut, Bangun Bangsa Conference 2026 bertema "Sustainable Community Growth: Shaping Indonesia's Future Inclusive Economy" hadir sebagai ruang diskusi lintas sektor bagi para pemangku kepentingan untuk bersama mendorong pertumbuhan komunitas yang berkelanjutan, serta memperluas kesempatan ekonomi bagi masyarakat.

Forum ini menghadirkan narasumber dari beragam latar belakang, mulai dari perwakilan pemerintah, pelaku usaha, akademisi, organisasi non-pemerintah, hingga asosiasi terkait. Sejumlah pejabat kementerian turut dikonfirmasi menjadi pembicara, antara lain Leontinus Alpha Edison selaku Deputi Bidang Koordinasi Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat dan Perlindungan Pekerja Migran Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM).

Keberagaman latar belakang pembicara ini sejalan dengan semangat konferensi, bahwa persoalan ekonomi inklusif membutuhkan perspektif berlapis, baik dari pemerintah, dunia usaha, dan akademisi guna memastikan arah langkah-langkah konkret di lapangan.

Bangun Bangsa Conference 2026 akan berlangsung pada 6 Agustus 2026, pukul 09.00-17.00 WIB di Auditorium Menara Bank Mega, Jakarta.

Melalui forum ini, diskusi soal ekonomi inklusif diharapkan dapat menjadi perhatian bersama, seiring cita-cita pertumbuhan ekonomi yang manfaatnya benar-benar dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat Indonesia.

Bangun Bangsa Conference 2026 terbuka untuk umum dengan syarat usia minimal 21 tahun. Pendaftaran dapat dilakukan melalui tautan ini.

(rea/rir) Add as a preferred
source on Google


[Gambas:Video CNN]