Dipanggil Prabowo Kemarin, Apa Titah Presiden ke Amran?
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan pertemuannya dengan Presiden Prabowo Subianto membahas langkah antisipasi dampak El Nino terhadap sektor pertanian.
Dalam rapat itu, Amran juga melaporkan kondisi stok pangan nasional yang disebut masih dalam kondisi aman.
"Insya Allah, antisipasi kekeringan, bagaimana pangan, kami laporkan pangan kita aman," kata Amran usai rapat dengan Kepala Negara di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (28/7).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Amran mengatakan Prabowo memberikan arahan agar pemerintah mempercepat langkah mitigasi di wilayah yang mulai mengalami kekeringan. Upaya tersebut dilakukan melalui pompanisasi, perbaikan jaringan irigasi, serta berbagai langkah lain untuk menjaga pasokan air bagi lahan pertanian.
"Arahan Bapak Presiden (Prabowo), tolong diantisipasi terutama daerah yang kering supaya pompanisasi kita jalankan, irigasi diperbaiki dan seterusnya," ujarnya.
Menurut Amran, pemerintah telah memetakan sekitar 35 ribu hektare lahan pertanian yang terdampak kekeringan akibat El Nino. Meski demikian, ia menilai luas lahan yang terdampak masih relatif kecil sehingga diyakini tidak akan mengganggu ketahanan pangan nasional.
Ia mengatakan pemerintah masih memiliki cadangan pangan yang berasal dari tanaman padi yang sedang tumbuh (standing crop), stok beras di sektor perhotelan, restoran, dan katering (horeka), serta cadangan beras pemerintah yang dikelola Perum Bulog.
"Itu (sawah yang terdampak El Nino) 35 ribu (hektare). Insyaallah kita bisa atasi karena apa? Standing crop, stok kita di horeka dan standing crop, ditambah (stok di gudang) Bulog itu totalnya 26 juta ton. Itu setara 10 bulan," tutur Amran.
Menurut dia, dengan total cadangan tersebut, pasokan pangan diperkirakan mencukupi hingga sekitar 10 bulan ke depan atau melewati periode panen raya yang biasanya berlangsung pada Maret tahun depan.
Amran juga memastikan stok beras pemerintah saat ini jauh lebih tinggi dibandingkan saat Indonesia menghadapi El Nino pada 2023.
"Aman, (stok cadangan kita tahun ini) aman. Stok kita dulu 2023 kalau tidak salah itu 1 juta (ton) stok kita, bahkan pernah 500 ribu (ton) stok kita di gudang. Sekarang 5 juta (ton). Jadi insya Allah," ujarnya.
Fenomena El Nino sendiri diperkirakan semakin menguat dalam beberapa bulan ke depan. BMKG menyatakan indikator iklim menunjukkan El Nino berkekuatan kuat dan berpotensi terus menguat pada tahun ini.
Kondisi tersebut diperkirakan dapat mengurangi curah hujan di sejumlah wilayah sehingga meningkatkan risiko kekeringan.
Sementara itu, National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) AS memperkirakan El Nino masih akan berlanjut hingga awal 2027.
Sejumlah pakar juga memprediksi fenomena tahun ini berpotensi masuk kategori Super El Nino, dengan dampak yang lebih besar terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.
BMKG mengingatkan El Nino dapat mengganggu pertumbuhan tanaman, menurunkan produktivitas pertanian, hingga meningkatkan potensi gagal panen akibat defisit air.
as a preferred source on Google